1

Cinta Itu…


????????????????????????????????????

air matanya jatuh sebelum, ketika, dan selepas aqad – 26 Januari 2015.

Mencintai bukan tentang sekedar berpandang mata lalu tersenyum selamanya, di atas itu kita tau ada segenap konsekuensi untuk saling menopang dan berbagi. Apalagi cinta itu digenggam dengan pernikahan, maka paripurna sudah. Setiap hati yang terikat di sana harus punya bahu yang tangguh untuk saling bersandar, hati yang lapang untuk menerima perbedaan, nyali yang tegar untuk berhadapan dengan masalah, dan tentu saja tangan yang kokoh untuk selalu berpengangan. Sejak tujuan bahtera pernikahan adalah bersandar di jannah Allah, maka ketaatan pada Pencipta Alam merupakan sesuatu yang mutlak. Semutlak kebutuhan manusia akan oksigen, yang tanpanya maka berhentilah degup jantungnya. Dan aku telah memiliki keduanya, cinta yang dipupuk dalam pernikahan..

Untuk lelaki yang padanya aku pasrahkan surga dan nerakaku, terimakasih. Terimakasih telah gigih beristikharah hingga namaku yang muncul di akhir pengharapanmu. Aku tau tidak ada hati yang perawan dari rasa cinta, maka terimakasih telah memilihku dari deretan nama yang dulu pernah membuat hatimu pingsan dan kepayang. Aku sudah menuliskan apa kelebihanku dalam biodata, yang kutulis adalah: TIDAK ADA kalaupun ada, maka kelebihanku adalah BERAT BADAN. Pun demikian, engkau tetap maju, pantang menggulung layarmu yang sudah terkembang. Continue reading