1

Pragmatisme Indonesia : Negeri Korupsi Paradoksal


Kau tau kan tentang tanahku?
Tanah hijau biduan khatulistiwa
Di mana sawah terhampar, laut terpapar
Kau tau kan tentang tanahku?
Tanah timbunan emas yang molek bersinar
Tanah cekungan minyak kaya terumbar

Kau tahu kan tentang tanahku?
Tanah yang menjejal otakku, otakmu dengan suguhan keadilan
Tanah yang mendikte bibirku, bibirmu dengan orasi kesejahteraan
Tanah yang melilipi mataku, matamu dengan tontonan non-kekerasan
Tanah yang membuat kita semua bangga
Bangga paradoksal penuh tanda tanya!

Dua tahun lalu seorang bocah di tumpukan sampah berdiri riang
Pesta demokrasi usai, pemimpin baru ia dapatkan
Senyumnya terkembang, menanti sehari, seminggu, sebulan, berharap derita akan karam
Tapi…
Perutnya tetap keroncongan, sekolahnya tetap mahal
Larangan sakit tetap berjalan, pakaiannya tetap kumal
Paradoksal! Continue reading

Advertisements
0

ALASAN APA YANG KITA PUNYA HINGGA BERANI DURHAKA?


“Bacalah!”

Sebuah tubuh berpeluh, bergetar

Desir pasir gurun terdiam, ikut bertasbih menyambut seruan perubahan

“Bacalah!”

Angin sahara terhenti, larut dalam siraman cinta Sang Pemilik Alam

“Bacalah! sembari meninggikan asmaNYA yang telah menciptakan”1

Kungkungan ritual jahiliy tersibak, luluh lantak oleh tauhid yang benderang Continue reading

0

Dua Dunia



Rangkum duniamu dalam kata.

Kata yang terangkai memenuhi intelektualitas dan totalitas mabda.

Dengan lidah, kata akan bersenyawa sebagai untaian dakwah lugas, jelas, langsung, dan bermakna.

Dengan pena dan sentuhan kecerdasan memintal kata, maka ia akan membentuk bait sastra yang bukan main dahsyatnya.

Tinggalkan ucapmu dengan kata bergolak yang mampu merevitalisasi bibit revolusi pada pemikiran tiap pendengarnya.

Ukir katamu menjadi lembar-lembar ideologis yang mampu menohok kemiskinan spiritual tiap pembacanya.

Dakwah dengan lisan dan pena merupakan simbiosis yang mampu menoreh catatan dalam semua model perjuangan, dan keduanya adalah mata air pahala jika kelak ragamu telah menghumus dengan tanah.

SALAM PEMBEBASAN!!

~ Dariku, Semburat Jingga ~

0

KATAKAN : BUKAN PILIHAN!!!


~ Semburat Jingga ~

Aku malu!

Terbit rasa menjengah dan ingin menghilang saja

Paha beredar, terjaja murah di tiap jalan

Pinggul meliuk menantang, seolah menebar umpan

Tukang ojeg, tukang koran, pedagang asongan menelan ludah, jakunnya naik turun

Pengendara mobil berhenti, menurunkan kaca, matanya berkilat nafsu menjijikkan

Rambut terburai, lepas aurat dari perlindungan

Tiap helai terkibas, menjadi penyorak bara zaman

Mereka tergerai bebas, dinikmati tanpa batas

Tak yang tersipu apalagi menahan malu

Semua justru tenggelam dalam gelak tawa dan ketakpedulian membumbung

Berteman setia dengan kefanaan dunia yang kelam, semu

Aku malu!

Saudariku berlomba dalam kubangan palsu

Mereka berlenggok di panggung-panggung hedonis liar

Menampilkan lengan, bahu, bahkan dada

Matanya berlapis warna-warna genit

Jingga, biru, hijau, ungu

Bibir mereka terpoles warna merah gincu

Semuanya berdenting, melebur, bersatu, TANPA RAGU.

Hatiku teriris ngilu

Saat ayat-ayatNYA jadi PILIHAN

Padahal menutup yang tak patut dilihat adalah sebah KEWAJIBAN

PerintahNYA bukan TAWARAN

Atau sesuatu yang bisa diNEGOSIASIKAN!

Duhai Saudariku muslimah…

Lupakah engkau sabda kekasihNYA bahwa sebagian besar kita adalah bahan bakar JAHANNAM?

Sudilah kiranya jika engkau masuk dalam barisan, BARISAN PENGISI KERAK JAHANNAM??

Tidak! Sekali-kali tidak saudariku!

Bahkan sebutir pasirpun tak akan sudi engkau masuk dalam barisan itu.

Maka saudariku, dengan cinta dan sayang kuseru kesadaranmu!!

Buang belenggu kekerdilan berfikir yang mengungkungmu

Jilbab dan kerudung adalah sebenar-benar pakaian

Sebagaimana Allah Azza wa Jalla telah mengirimimu bait-bait menggugah dalam surat cinta Al-Qur’an :

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(QS.24:31)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.33:59)


Perintah dariNYA telah terpapar nyata, saudariku…

Ayo, kembali pada fitrahmu.

Terlalu murah dan nista jika engkau mengumbar tiap inci keindahan dari dirimu

Karena esensi dirimu adalah

Suci disucikan

Mulia dimuliakan

Agung diagungkan

Indah dindahkan


Tunggu apalagi duhai jelita?

Mari gapai tanganku, genggam!

Tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah kebaikan

Katakanlah sekarang : BERHIJAB BUKAN PILIHAN!!