1

Sekedar Reformasi Sudah Basi!


cx_VVDLLEBu-3UGKWVmuCmt_Twd9bK9jhJowfc9UahZohJHpZdtDhLfst3lVjiLcSXvOYPsYXkoGS3pXKXdB6JjbDKwUEinzXhBTHFcN15loNsU32nAPFb6pr-rbcBbOAzAgI1vKjIK30ECej4okMxzmTCekeMKhPYnlArr4Xck=w485-h303-nc

Gemar blusukan tidak berarti pro pada rakyat. Hal ini terbukti pada Jokowi dan kabinet yang dipimpinnya. Baru 100 hari menjabat, tiga rapor merah sudah disandang. Survey dari LSI (Lembaga Survey Indonesia) mengantongi data ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi. Ketidakpuasan 53.11% di bidang hukum, 53,86% di bidang sosial, dan 49.72% di bidang politik. Angka harapan dan kepuasan atas Jokowi yang melambung hingga 71.73% semasa pemilu 2014 kemarin, langsung melempem ke angka 42.29%, kepercayaan masyarakat menguap lebih dari 25%.

Wacana reformasi sedemikian gencar meski media enggan memberitakan. Bagaimana tidak, belum 100 hari berjalan, Jokowi sudah menghadiahi kenaikan tarif bbm nyaris 100% menjadi 9500 rupiah. Bunuh diri politik pertama terjadi saat seluruh harga bahan pokok melambung meski harga bbm diturunkan hingga mendekati harga awal. Rupiah menyentuh kurs 13 ribu per dolar, devaluasi terparah sejak mata uang ini diciptakan. Daya beli masyarakat turun, angka kemiskinan versi BPS melonjak. Perpanjangan kontrak Freeport hingga 2041 menjadi prestasi merah berikutnya. Analisis pengamat politik terbukti bahwa keberadaan Sudirman Said di ESDM hanya perpanjangan tangan mafia Berkeley sebelumnya. Continue reading

Advertisements
4

Teori Relativitas Dalam Kepala Kecil Saya


relativitas

“Eres, surat permohonan audiensi dan peliputan untuk media X, Y, Z sudah jadi. Hari ini diusahakan sudah diantar semua ya. Jazakillaah khayran katsiir, adik sayang..”

Saya yang sedang menekuri Pegunungan mistis Kailas di Tinggian Tibet dalam travelogue Agustinus tiba-tiba ngegeblak balik ke udara panas kota Jogja. Langsung terbayang jalanan terik dan berdebu karena pantat mobil di tengah jalan. Males? Jujur iya, tapi kan namanya amanah ya langsung dikerjain.

“Mbak Eres, jangan lupa nanti ngawasin responsi anak 2011 ya. Soal ujianya jangan lupa di bawa”

Lain waktu rekan asdos kampus mengabari tugas saya. Kembali terbayang perjalanan yang harus saya tempuh mulai pinggir barat kota Jogja hingga pinggir timur nun jauh di sana. Mendadak hidung saya terasa penuh debu knalpot, meski itu cuma dalam pikiran saja. Berat? Iya, tapi namanya tugas, ya harus dijalankan. Continue reading

0

Tanda Tanya Untuk Demok[e]rasi


Demokrasi merupakan puncak ilmu, ideologi dan wisdom hasil karya umat manusia abad ke-20, ke-21. Demokrasi telah disepakati untuk menjadi satu-satunya ’kiblat’ dalam urusan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hampir tidak ada ketidaksepakatan terhadap demokrasi.

Semua orang menjunjung tinggi demokrasi. Semua orang merasa salah, bodoh dan dekaden kalau ragu terhadap demokrasi…Itu tak lain karena saking sucinya demokrasi… Continue reading

0

Industri dan Teknologi Militer Negara Khilafah


Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri.

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ ﴿٦٠﴾

Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60] Continue reading

0

Khilafah Islamiyah: Respon Umat Islam di Indonesia Atas Keruntuhannya


Oleh Septian Anto Waginugroho

*Dikutip dengan modifikasi judul.

Pada 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924, Kemal at-Taturk melalui Majelis Nasional Turki menetapkan penghapusan Khilafah dan pengusiran Khalifah saat itu sekaligus menjadi yang terakhir, Abdul Majid II, ke luar Turki. Dengan demikian berakhirlah sistem Khilafah yang selama ini menyertai umat Islam. Berita tentang penghapusan dan pengusiran yang dilakukan oleh Kemal Ataturk ini segera menyebar ke luar Turki dan mengejutkan dunia Islam. Kemudian umat Islam di berbagai belahan dunia memberikan respon dalam berbagai bentuk dan saat itu muncul upaya agar Khilafah dapat tegak kembali. [1]

Pada dasarnya penghapusan Khilafah ini merupakan persoalan bagi umat Islam di seluruh dunia karena Khilafah merupakan bagian dari keislaman mereka. Selain itu selama ini Khilafah telah berdiri bersama umat Islam berabad-abad lamanya sehingga Khilafah telah menjadi bagian sejarah perjalanan hidup mereka. Tentang hubungan antara umat Islam dan Khilafah serta sebab persoalan penghapusan ini mendatangkan respon, Muhammad Dhia’uddin ar-Rais, seorang Guru Besar Jurusan Sejarah Islam Universitas Kairo, di dalam bukunya yang berjudul al-Islam wa al-Khilafah fi al-Ashr al-Hadits menjelaskan, Continue reading

0

Perangkap Setan


Sahabat Abu Hurairah ra. pernah diamanati Baginda Nabi saw. untuk menjaga gandum hasil zakat. Tiba-tiba pada suatu malam ada lelaki yang mencuri gandum itu. Namun, dia berhasil ditangkap oleh Abu Hurairah ra. “Kamu akan kubawa kepada Nabi saw.,” kata Abu Hurairah ra. kepada pencuri itu.

Pencuri itu memelas. Dengan bujuk-rayunya, dia mengatakan, sudah seminggu anak dan istrinya belum makan. Abu Hurairah ra. akhirnya melepaskan pencuri itu, dan meminta dia agar tidak mencuri lagi. Continue reading

0

KAMI MENOLAK MENYERAH!


Imanku bergelombang. Sesaat ia menukik berada sekian tingkat di bawah strata keshalihan manusia-manusia yang digambarkan dengan indah dalam kalamullah. Tak jarang ia berada begitu dekat dengan titik kritis yang mendikotomi muslim menjadi pejuang militan dan penyandang maestro pesakitan, al wahn. Menjadi sebuah ironi yang menyakitkan ketika di satu sisi seruan kepada al imanu billah senantiasa bergelinjang menerobos telinga-telinga mereka yang mencari kebenaran haqiqi, menyodorkan islam sebagai penawar, namun iman ini sedang merunduk. Iman ini tenggelam.

Kaki ini terpancang pada zaman yang tidak toleran, zaman yang keras. Episode peradaban yang tak membiarkan keimanan menjadi tiara mulia, periode yang melarang keshalihan tersembul jelas. Setiap nyawa disuguhi sebuah skrip yang mendewakan dunia, menuhankan materi, meng-anakemas-kan kebebasan, menyembah kenikmatan. Hati orang beriman disergap jilatan neraka tiap detiknya, hingga siapapun yang tidak taat, niscaya akan meleleh lentera tauhid di hatinya. Maka sudah jelas klimaks bagi mereka yang tak punya iman. Mereka akan tergulung hingga musnah. Continue reading