0

Bunga Yang Sedikit Tidak Haram, Benarkah?


riba-1
Tanya :
Ustadz, ada pendapat yang membolehkan riba sedikit, misal satu persen, dengan dasar karena riba yang dilarang Alquran hanyalah “riba yang berlipat ganda” saja. Mohon penjelasan. (Nurwidianto, Bantul)
Jawab :
Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa riba yang diharamkan hanyalah riba yang banyak atau “berlipat ganda” (adh’afan mudhaa’afah), sedangkan riba yang sedikit tidak haram. Yang berpendapat seperti ini antara lain Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha, dengan dalil firman Allah SWT (yang artinya) : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda (adh’afan mudhaa’afah).” (QS Ali ‘Imran [3] : 130). (Abdul Majid Al Muhtasib, Ittijahat Al Tafsir fi Al ‘Ashr Al Rahin, hlm. 178; Abdurrahim Faris Abu ‘Ulbah, Syawa`ib Al Tafsir, hlm. 246; Abdul Aziz Al Khayyath, Al Syarikat fi Al Syari’ah Al Islamiyyah wa Al Qanun Al Wadh’i, Juz 2 hlm. 168-173).

Continue reading

Advertisements
2

Xerostomia Yang Sempat Menyiksa


1047389anak-makan780x390

Saat kecil, saya sering sekali membuang makanan saya. Entah itu jatah sarapan, bekal jajan di sekolah, makan siang, atau sekedar sepiring potongan mangga yang mama wajibkan untuk dimakan sebagai asupan buah saya dalam sehari itu. Setiap ada kesempatan dan tidak ada yang melihat, saya akan membuang makanan saya. Entah dengan cara membungkusnya dalam kertas lalu saya sembunyikan, atau dengan menyelipkannya di sudut-sudut kamar, atau melemparkannya langsung ke tong sampah. Tidak satu kali dua mama memergoki buntelan makanan yang saya buang dan pasti mama memarahi atau mencubit betis saya.

Bukan cuma itu, kalaupun saya makan maka setiap makanan selain nasi, saya hanya akan menyesap sarinya, ampasnya akan saya lepeh (buang). Mulai dari daging, sayuran hijau, tauge, wortel, bihun, dan makanan lain hanya akan say kunyah sebentar, saya sesap airnya, dan saya buang. Continue reading

0

Kebiri Jadi Solusi?


Image

Hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual yang diusulkan Menkes Nafsiah Mboi tengah digodok dengan matang oleh pemerintah. Menurut Mboi, hukuman yang telah dijalankan di Amerika, Israel, Korea Selatan dan 6 negara lain ini dianggap mampu menekan angka kekerasan seksual. Indonesia mengubah hukuman pelaku kekerasan seksual yang tadinya maksimal 15 tahun penjara menjadi penjara seumur hidup dan kebiri. Hal ini disebabkan karena penjara dinilai tidak selalu efektif membuat si pelaku jera. Kebiri yang menghilangkan naluri seksual dengan total dianggap solusi ampuh untuk meredam kejahatan ini. Continue reading

0

Bismillahi-nya Konglomerat


photo

Jika seandainya Anda menjadi seorang perdana menteri di sebuah negara berkembang: akan tidak banyak yang bisa anda atasi sesuai dengan hati nurani atau idealisme anda. Soalnya, penguasa dunia ini bukan gubernur, bukan menteri, bukan perdana menteri, juga bukan samrat ASEAN, atau bahkan pun PBB. Yang menguasai dunia adalah keterlanjuran sistem-sistem internasional yang merupakan lingkaran setan yang memenjarakan manusia, terutama orang-orang kecil.

Apalagi sistem-sistem besar itu dibangun tidak sungguh-sungguh untuk manusia dan kemanusiaan, tetapi untuk mitos-mitos yang bernama kemajuan, modernisasi, metropolitanisasi, yang keseluruhannya menjebak manusia dalam ketersesatan filosofi, keterjerembapan politik dan ekonomi, serta keterbuntutan budaya.

Jadi, apa yang dilakukan orang-orang kecil hanyalah mengungkapkan rasa simpati, menyumbangkan doa serta ikut merawat daya juang itu sendiri, dan bukan bagaimana hasilnya. Tuhan akan menilai kerja perjuanganmu, bukan bagaimana hasilnya. “Panen” bagi para pejuang adalah mutu dari perjuangannya itu sendiri, syukur jika Allah mengizinkan hasil yang akan merupakan panen bonus. Continue reading

0

Anak Hasil Zina, Bagaimanakah Nasabnya?


Soal :

Ustadz, dapatkan anak zina dihubungkan nasabnya dengan ayah biologisnya, yaitu laki-laki yang berzina dengan ibu anak zina itu?

Ali,Bogor

 

Jawab :

Anak zina adalah anak yang dilahirkan oleh ibunya melalui jalan yang tak syar’i, atau anak dari hasil hubungan yang diharamkan. (Wahbah Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 8/430). Continue reading

0

Poligami Dalam Islam


Ada perasaan tergelitik saat saya asyik menekuri sebuah artikel di rubrik Muslimah http://www.eramuslim.com dengan judul: “Aku, Suamiku, dan istri Pertamanya”. Sangat indah gambaran yang dipaparkan oleh sang penulis tentang dimensi keluarga yang berbentuk segitiga, karena memang sang suami tidak hanya dimiliki oleh dirinya sebagai istri muda, namun juga oleh istri pertamanya. Ketergelitikan itu mencapai kulminasi saat saya mengetahui bahwa istri pertama yang dimaksud oleh sang penulis ternyata tidak tersemat pada seorang wanita dalam ujud yang sebenarnya, namun pada jama’ah dan amanah dakwah. Wow!

Saya tidak berada dalam kapasitas mengkritik tulisan dari Saudari yang dirahmati Allah, Rabi’ah Al-Adawiyah. Namun ulasan kehidupan poligami yang dipaparkan tidak dalam realitas yang semestinya membuat umat ini –terutama pembaca- semakin kehilangan tuntunan dan gambaran yang nyata tentang keindahan poligami. Memposisikan jama’ah (ummat muslim) dan amanah dakwah sebagai sesuatu yang dicintai dan diutamakan tentunya tidak salah. Karena memang dua hal tadi adalah lingkaran yang akan senantiasa disentuh oleh para aktivis dakwah. Namun memposisikannya sebagai istri pertama tentunya bukanlah hal yang bijak, karena sebetulnya saat membaca artikel tersebut ekspektasi sebagian besar pembaca adalah memperoleh ulasan lugas tentang kehidupan poligami.

Di masa sekarang, hampir setiap individu muslim nyaris kehilangan gambaran kehidupan poligami yang terharmonisasi dengan rapi. Pemahaman masyarakat yang minim akan keluhuran hukum islam, ditambah dengan sodokan liberalisasi di berbagai lini, telah mendekati sempurna dalam meluluhlantakkan kepercayaan muslim akan syariat agamanya sendiri. Sehingga keimanan yang terbenam di hati tidak jarang terlahir tanpa konsekuensi bahwa tiap perilaku, ucapan, dan pikiran harus senatiasa terikat dan tidak boleh melenceng sedikitpun dari rambu-rambu Illahi. Tak terkecuali dalam kehidupan rumahtangga. Pernikahan melulu terlukis dengan ikatan antara dua hati saja, bukan tiga, empat, apalagi lima. Continue reading

4

Komentar Kritis untuk DUNIA SOPHIE Karya Jostein Gaarder


Dunia Sophie samasekali berbeda dengan kebanyakan novel fiksi percintaan yang bertutur dengan bahasa puitis dengan bumbu cinta yang terlalu kental, atau novel misteri yang sarat dengan imajinasi (dan halusinasi!) berlebihan. Ia adalah sebuah ensiklopedia filsafat yang dengan cerdas menampilkan metamorfosa filosof zaman Yunani kuno, Helenisme, Abad pertengahan hingga Renaissans lengkap dengan alur berfikir dan gagasan yang berhasil dirumuskan oleh para filosof tersebut. Continue reading