Belajar Mengatur Keuangan Keluarga dengan Konsisten Menyiapkan Homemade Food Part 1


PhotoGrid_1443182943980

Ah alhamdulillah pindah ke tangerang punya banyak sekali hal untuk dipelajari, belajar adaptasi, belajar kenalan, belajar pola hidup, pola tidur, pola kerja dan lainnya. Masih banyak sekali hal yang harus ditata dan diperbaiki, ada kepingan2 yang masih belum pada tempatnya, dan terus putar otak untuk menyiasati. Sekarang punya jam kerja reguler senin-jumat, berbeda saat dinas di Jogja dengan sistem shift yang jauh lebih fleksibel. Di sini harus berangkat pagi, sampe rumah menjelang maghrib. Alokasi untuk membaca buku, tatabbu’, mutholaah, dan agenda lain masih belum menemukan tempat yang selayaknya. Semoga terus diberikan kesehatan dan kemampuan menghandel semua dengan baik. aamiin.

Yang jelas, saya sudah mendapatkan strategi yang pas untuk mengatur cuci+setrika, asupan makan (masak sendiri), dan beres-beres. Dan di sini kerjasama suami isteri benar-benar dibutuhkan. Iya, saya bekerja, di luar rumah. Itu pilihan saya, dan suami meridhai ini bahkan sejak mempelajari CV saat taaruf. Kami paham konsekuensinya, dan alhamdulillah suami dan saya tidak saklek dalam urusan domestik. Suami juga mau membantu saya menangani urusan rumahtangga karena peran ART belum begitu kami butuhkan. Masak dan cuci baju jadi tugas saya. Menyetrika dan cuci piring jadi tugas suami. Beres-beres rumah kami lakukan bersama setiap weekend. Beli gas, ganti aqua dll, juga bergantian. Tapi ini urusan tertulis ya. Adakalanya saat saya sakit, kami beli makan di luar dan pakai jasa laundry. Atau saat suami yang tidak enak badan, saya akan membantu mengerjakan apa yang beliau kerjakan. Intinya jangan saklek, tetap saling bantu, saling support, saling menopang.

Di sini saya ingin berbagi strategi saya menyiapkan homemade food untuk saya dan suami selama seminggu. Saya ingin masak sendiri. Alasan utamanya adalah jelas kami kaget dengan pengeluaran saat makan di luar. Kami suka makan ‘enak’, dan ternyata sekali makan/jajan, biayanya gede.Huhu… Misalkan untuk makan siang dekat kantor, nasi+pepes ikan+lalapan+jeruk tawar biayanya 22ribu. Saat makan di foodcourt berdua dg suami, ngabisin minimal 50ribu, belum ngemilnya, buahnya, minumnya. Itu sekali makan, kalau tiga kali makan bisa 200 ribu pengeluaran satu hari, MAKAN DOANG. Tabungan bakal merana terus ini, kesepian. Final choice: mau gak kudu masak. Pas kerja bawa bekal. Satu minggu saya coba, and amazing, 50ribu sudah makan ‘enak’ plus buahnya. Hehe.

Meskipun di sini saya belum bisa lagi mengonsumsi smoothies sayuran mentah seperti di Jogja (karena sayuran organik lebih susah didapat dan belum punya lahan untuk berkebun sendiri), dan belum bisa ideal menyiapkan cleanfood, tapi atleast saya berusaha menyiapkan semua dari tangan saya. Yang saya tau betul asalnya, bumbunya, kebersihannya.

First thing first, untuk tetap bisa masak sendiri saat weekday dengan jadwal padat, maka setiap weekend, kita harus merencanakan kita akan makan apa seminggu ke depan. Lauknya apa, nasi apa, sayurnya apa, buahnya apa, sarapannya apa. Yang kedua, setelah tau apa yang akan kita masak, maka kita membuat list belanja. Apa yang harus kita beli. Dan yang ketiga, kita menyiapkan bumbu dasar supaya tidak ribet kupas bawang potong cabe atau ngulek kemiri setiap mau masak.

Pengaturan seperti ini sangat memudahkan para istri untuk mengukur pengeluaran dapur dan mengontrolnya. Kita bisa mengurangi atau menambah pengeluaran bulanan kita dari sektor makanan, karena well, makanan itu salah satu pos dengan pengeluaran terbesar dalam tiap rumah tangga. Untuk yang punya kebutuhan untuk dijangkau dan ingin menabung, kita bisa mengatur saving kita dari sini. Kita juga butuh konsekuen dengan jadwal makan kita, misalnya tidak jajan saat weekday, tidak beli lauk tambahan, tidak gatel beli makanan di luar.

Membuat menu dan list belanja tiap minggu juga membuat kita belajar untuk mengukur dan memaksimalkan belanjaan kita. Pernah ndak sih pergi ke pasar dan tiba-tiba semua ingin kita beli? Lalu akhirnya kita beli ini itu? Lalu belanjaan itu kita jogrokin dalem kulkas dan sebagian besar gak disentuh? Dan akhirnya di akhir minggu saat membuka kulkas, kita mendapati ada tomat busuk, wortel yang kering keriput, sayuran yang kuning, atau daging/seafood yang dalam hitungan minggu/bulan tergeletak tak berdaya di freezer hingga berbunga es? Jujur dulu saya begitu, suka masak tapi tidak mengukur target menu harian dan belanja, dan jatohnya sering kebuang bahan mentahnya. Jadi temennya setan deh karena mubadzir.😦

Hal kedua adalah, kita belajar konsisten dengan apa yang kita rencanakan saat weekend. Jadi meski capek, atau bosan, kita akan tetap masak. Kecuali sakit, atau ada hal-hal di luar kontrol ya. Jujur secapek apapun saya saat sampai rumah, saya gak bisa diam, harus tetap masak dll supaya makanan dan kantong kami tetap terjaga. Haha. Dan saya yang tukang ngemil ini jadi jarang jajan karena sudah teratur makan di rumah.

Nanti di part 2 saya tuliskan contoh isi dapur, kulkas, dan apa yang tersaji di piring saya selama tiga minggu ini. Daftar harga di tangerang jg saya siapkan. Jadi sekalianlah belajar masak dan iket pengeluaran keluarga. Untuk yang sudah punya baby, mungkin lebih kompleks dan variatif ya bahan dan makanannya, tapi karena belum punya anak, saya belum tau bagaimana strateginya. Semogalah tetap konsisten kayak gini meski ada amanah anak dan amanah lainya aamiin.

4 thoughts on “Belajar Mengatur Keuangan Keluarga dengan Konsisten Menyiapkan Homemade Food Part 1

  1. Pingback: Belajar Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Konsisten Menyiapkan Homemade Food Part 2 | La Nina

  2. Makasih sharingnya mbak.. Saya juga berusaha bikin menu semingguan, cmn seminggu iya, seminggu enggak..duh! Ditunggu postingan lanjutannya ya🙂

    • Iya mbak, kemarin saat ke luar kota sekian hari juga hmpir seminggu saya nggak masak. Postingan lanjutannya yaitu part II dan III sudah ada mbak, cob discroll ke atas y mbak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s