Realita Di Depan Mata


Screen-Shot-2014-08-27-at-4.09.4

“Dan dampak dari berzina bukan saja kerugian di dunia. Bukan cuma malu, bukan cuma rasa ketidaksiapan menjadi ibu dan ayah di masa sekolah, bukan cuma rasa takut dan waswas akan masa depan yang entah makin tidak jelas, bukan cuma menerima kekecewaan dari orang tua dan keluarga besar, bukan cuma itu.

Lebih jauh, anak yang dilahirkan di luar nikah menjadi tanpa nasab. Tidak ada hak pengasuhan apalagi warisan atasnya dari garis ayah. Dia tanpa nasab. Apalagi bila perempuan, maka dia tidak ber-binti. Dia akan menikah dengan wali hakim. Bayangkan bila semua tidak sadar akan hukum ini, dan si ayah biologis memaksa menjadi wali nikahnya, maka pernikahan sang anak menjadi tidak sah pula, menjadi tanpa nasab pula anak-anaknya.

Kengerian ini terus berlanjut, tanpa disadari tanpa diminta. Bila tidak ada yang mau peduli dan mempelajari islam, maka akan bagaimana keadaan keluarga muslim?

Ini belum hitung-hitungan dosa dan dimensi akhirat. Subhanallaah. Ini kengerian berzina. Nikmatnya sekejap, durjananya tiada tara…”

Minggu pagi itu aku larut dalam berbagi kemirisan liberalisme yang menjadi sumber borok keliaran pergaulan remaja. Sakit di hati. Saat pulang dan bergegas ke tempat parkir, seorang pemudi dengan mata berkaca-kaca memelukku tiba-tiba. Bahunya berguncang.

Lirih dia berbisik, “harus bagaimana aku mbak…aku dan adikku dilahirkan di luar pernikahan…”

Aku menarik pelan wajahnya, dan mataku jadi sama basahnya. Allahu Rabbana!

*Eresia Nindia W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s