Wabah Kutu Yang Menyiksa


DSC_5199

I’ll comeback to you, Bawean!!

Awal Desember 2014 kemarin, saya dan sahabat karib saya ngebolang ke Bawean, pulau kecil di utara Madura yang terpisah sekitar 150 km dari Pulau Jawa. Perjalanan backpacking kali ini bener-bener di luar ekspektasi kami. Kami berharap B, tapi Bawean dan eksotismenya menyajikan A+ di muka kami. Keren luar biasa!

Tapi sayangnya bukan kisah itu yang mau saya bagi, tapi sederet kejadian horor yang sudah siap mengintai saya sepulang dari Bawean. Apa itu? Nyangkut di kapal cepat? Muntah dan mabok laut? Diguna-guna sama suku asli? It’s even worse! Hehehe…

Senin sore setelah melampau 6 jam di kereta dan naik motor dari stasiun ke kontrakan, saya dengan sablengnya langsung gegoleran di lantai kamar, tanpa alas. Jorok ya, kebiasan nemplok di manapun ala backpacker masih terbawa ini. Tapi saya yakin aja gegoleran, karena 6 hari lalu saat meninggalkan kamar, saya sudah membersihkan kasur dan lantai. Pokoknya kamar dalam keadaan rapi dan waras. Sekian menit berlalu, saya masih santai memejamkan mata dan melemaskan bahu tanpa merasakan apa-apa. Di sekian menit berikutnya tiba-tiba rasa gatal yang lurbiasa menggigit datang menyerbu di kaki dan lengan. Saya panik. Saya sempat mengira sedang diserbu pasukan kecoak dari negara api, tapi saat saya meneliti lantai dan kaki, tidak ada apa-apa di situ. Tidak ada nyamuk, tidak ada apa-apa. Saya tidak tau ya apa karena efek mata rabun dan kondisi lelah makanya saya tidak berhasil menemukan hewan apa gerangan yang jahil menggigiti kaki dan lengan saya. Ah entahlah..

Tapi sejak detik itu hingga malam harinya, bentol-bentol mengerikan langsung timbul di lengan dan kaki, dan gatalnya bikin nangis. Ya Allah, sampe saya kasih balsem geliga sekian lapis juga gatalnya tidak hilang-hilang. Besok paginya, kaki dan lengan saya makin horor, karena bentol itu meninggalkan luka kecoklatan yang relatif menganggau pemandangan. Belum lagi dengan tambahan bentol-bentol baru yang entah disebabkan oleh serangga seperti apa.

Tidak membuang waktu, saya langsung menggulung kasur, menjemur, membersihkan dan mengepel kamar. Saya mengerahkan segenap kemampuan mem-babu saya demi menghilangkan serangga nakal yang bikin kulit saya jadi mengenaskan. Setelah adegan bersih-bersih, saya menata lagi isi kamar, merapikan kasur, memasang sprei baru. Saya ingin mulai istirahat dengan tenang. But you know what?? Usaha saya hari itu sia-sia, bentol baru terus bertambah, bentol lama meninggalkan bekas. Ya Salam.

Sorenya, saya baru bertemu dengan mbak Nju, teman sekontrakan yang baru pulang dinas. Saat melihat kakinya yang punya keadaan sama seperti kaki saya, saya hanya ternganga.

“Lah, lo juga gatel-gatel begini Nju? Gue pikir cuma gue doang. Hewan apaan sih ni? Gue nyari gak keliatan.”

“KUTU LONCAT ini! Nih dari kemarin gue tangkepin. Kecil sing emang, tapi kalo lo merhatiin bener-bener, keliatan lho.”

“HAH? Serius lo? Ngeri amat nju ada kutu loncat di kontrakan? Kok bisa ya?”, kami ngobrol dengan tangan yang tidak berhenti garuk lengan dan kaki. Ya Allah, gatel begini aja bikin tersiksa.

kutu_loncat.3jl1lqesst0k4w4gwkg08okg4.6ylu316ao144c8c4woosog48w.th

Si kecil tukang horor

Usut punya usut ternyata plafon di kamar mbak Nju terkelupas sedikit, sehingga ada lubang di sana. Dan tepat di atas kamarnya sekian hari lalu ada kucing yang ngedekem karena baru beranak. Dan kami yakin si kutu locat yang biasanya ada di hewan ini jatuh dari plafon, dan bersorak-sorai menginvasi kontrakan, termasuk kamar saya.

Mbak nju bilang, sia-sia kalo cuma pake obat nyamuk, pembersih lantai, atau apa. Ada obat khususnya, tapi saya lupa apa. Si kutu loncat juga gak demen bau-bau yang menyengat. Teman mbak nju menyarankan kami untuk meletakkah kulit durian di setiap ruang, membuka jendela supaya sinar matahari masuk dan sering menjemur kasur.

Tapi ya boro-boro nemu durian ya, lagi nggak musim gini. Mau membiarkan sinar matahari masuk juga agak bikin senewen, soalnya Jogja mendung terus. Akhirnya kami rajin saja berburu kutu loncat, dan bolak balik ngebersihin kamar. Si kutu bis melompat hingga 300x panjang tubuhnya. Jadi menangkap mereka nggak semudah yang saya bayangin, karena lompatan mereka super express. Saya beberapa kali mengoleskan YoungLiving Essential Oil di lantai, kasur dan beberapa perabot kamar, biar si kutu puyeng mencium aromanya. Padahal nih oil harganya bikin raib ¼ gaji, tapi daripada kutunya nggak pergi, saya ikhlasin deh lavender oilnya. Hiks.

Di hari ke-3, saya tidak lagi merasakan ada yang menggigit ataupun menemukan bentolan baru di kaki dan lengan. Yah rasa-rasanya si kutu udah pergi nih. Saya dan mbak Nju sujud syukur saking senengnya. Tapi eiiiitttt! Kami belum bisa senang, karena si kutu meninggalkan rasa gatal menahun dan kaki lengan yang penuh koreng. Korengnya juga bukan koreng biasa seperti bekas gigitan nyamuk. Huaaaaaa…

Ibu mbak Nju yang melihatnya rajin garuk-garuk dan keadaan kaki banyak koreng aja sampai komen, “Ih anak gadis kok kegatelan!” Buahahahaha… Jadilah kami pergi ke apotek dan mencari solusi. Untuk gatal kami disarankan beli obat salep merk “BETASON-N” dan untuk koreng bekasnya disarankan pakai Dermatix.

1370664524_betason_n

Salep ini mudah dicari di apotik

Well, kalo Betason-N masih terjangkau lah, harganya belasan ribu. Nah Dermatixnya nih yang bikin puyeng, harganya lewat 150 ribu untuk satu tube keciiil. Aih makjang. Mas-mas penjaga apotek yang melihat saya meringis liat harga Dermatix sempat nyeletuk : “Kalau bekas gatalnya Cuma bekas biasa mending jangan pakai dermatix mbak, dibiarin aja. Ini emang mahal banget untuk ukuran salep kulit”. GLEKK! Masnya aja ngerti… Tapi demi menghilangkan si koreng, saya relain beli Dermatix.

IMG_20141216_224831

Dermatix yang bikin kantong bolong

Bagi kalian yang suka memelihara hewan, pastikan mereka sudah diimunisasi dan rajin dimandikan 2 hari sekali. Jangan sampai ya, kutu yang ada di kulit hewan jadi musuh yang menyebalkan buat kulit kita. Bagi yang rumahnya sering didatengin ayam liar, kucing liar, apalagi anjing liar, segera usir mereka deh, lalu rajin bersihin kamar/rumah. Jangan sampai kalian merasakan penderitaan seperti saya dan teman saya. Gatalnya tak terkira dan korengnya nusuk mata. Haha!

Kalau ada yang sudah kena serangannya, segera bersihkan rumah, usap tubuh dengan minyak tawon (kalau saya pakai essential oil peppermint dan lavender), pakai kaos kaki tebal, jemur semua pakaian, dan bersihkan dengan slah satu dari minyak tanah, DDT, atau air rendaman tembakau. Beli obat-obatan yang sudah saya sebutkan di atas untuk menghilangkan gatal dan bekasnya. Good luck ya!

Lebih lengkap tentang kutu hewan, baca di sini ya

4 thoughts on “Wabah Kutu Yang Menyiksa

  1. hahaha mila kira mau cerita ttg bawean mbak :p serem amat gatelnya bisa kek gt. mila di rumah pelihara kucing, dan suka ada kucing liar yg ke rumah jg, tp alhamdulillahnya ga sampe ada kejadian kutu loncat.

    • Hahaha, iya mbak Milla, dikasih prolog yang bikin mata kecantol dulu, padahal mah mau cerita koreng. Alhamdulillah lepas 3 hari sejak itu, setelah rajin bersih2 sampe tangan gempor, itu kutu pergi juga. Alhamdulillah. Memang gak semua kucing punya kutu loncat mbak, apesnya saya disambangi sama kucing yang penuh kutu loncat. T_T

      • Ya ampun mbak… Sama, aku kemarin pulang makrab tangan plus kaki juga gatel-gatel. Nggak tau kena apa. Gejalanya juga hampir sama deh. Gatel-gatel banyak banget. Pas udah mau sembuh ada bentol baru. Tapi alhamdulillah sekarang udah nggak gatel. Yang jadi masalah tuh bekasnya itu lhooo ya ampun udah mirip rempeyek kacang kata ibuku huaaaa :”'(((((

      • Iya mbak…rajin pakai lotion ya mbak. Pilih aja lotion yang ringan dan murah, pakai atleast 3-4 kali sehari…InsyaAllah 2 bulanan akan hilang. Korengku udah hampir hilang mba, samar sekali sekarang. Aku pake dermatix plus rajin mandi pake lotion.. hehe maksudnya pake lotion bisa sampe 3-4kali sehari..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s