In Memoriam: Fillin Trousty Pangesti


Patah.
Tulang patah.
Harapan patah.
Rambut patah.
Patah-patah.

Apa harus memaksa berlari jika sendi dan tulang sudah tidak mau kompromi?
Apa harus marah jika urat nadi dan darah sudah enggan kontraksi?
Aku terhenyak.
Kau dan aku terpisah dalam ruang waktu dua puluh tujuh bulan lamanya.
Akan ke mana aku sembunyikan rasa sesak yang menyambit-nyambit di dada?
Aku hanya mampu sesunggukan dan kisut di pojok ruang
Jantungku sakit rasanya. Nyeri.

Mengapa tanpa kabar?
Mengapa tanpa kabar?
Mengapa tanpa kabar? Pusaramu sudah gersang, dan mataku baru mendanau sekarang.
Batu nisanmu sudah berlumut, dan aku baru tergugu sekarang.
Sudah sejak dulu kau melawan kanker tulang, dan aku baru tau sekarang.

Allahu, sahabat. Maafkan aku. Aku belum bisa memaafkan diriku.
Fillin Trousty Pangesti. Semoga Allah melapangkan kuburmu, mengampuni dosamu, memudahkan hisabmu. Aamiin. Fillin pergi 28 September 2012, dan saya baru tau hari ini, 9 Desember 2014.

A337UqICEAAe9UD
Kamu baik sekali Fillin. Masih ingat nggak ya Fillin, kamu sering ceng-cengin aku dengan Frodian, sambil memanyunkan bibir dan tangan gaya bebek, sambil bilang “ayo eres jadian sama frokodol kodol…”.

Aduh Fillin, setiap momen saat nonton di rumahmu, saat Fillin milihin aku baju, saat Fillin ngasih aku kado jam dinding imut waktu ultah, semua curhat-curhat Fillin soal cinta masa SMA, momenmu saat ikut Indonesian Idol, ya Allah.

Terlepas dari apa dan bagaimana Fillin menjalani hidup, aku harap semoga Allah mengampuni dosa-dosa Fillin. Aaamiin Mati itu dekat. Mati itu pasti.

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. (Surat Ali `Imran: 185).

“Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (Surat An Nisa’: 78)

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan”. (Surat Al Jumu`ah: 8).

Maafin aku, Fillin. Masa kelas tiga SMA itu akan kelabu seandainya tidak ada kamu.  Maafin. T_T

*Semburat Jingga

3 thoughts on “In Memoriam: Fillin Trousty Pangesti

  1. saya sahabat fillin.
    dan tiba tiba ingin sekali search namanya iseng di google.
    tulisannya bagus sekali mba, saya masuk ke dalamnya
    salam kenal mba🙂

    -atha

    • Hai mbak atha… iya saya juga sahabat SMA Fillin, bukan sahabat yang dekaat, tp ya saya kenal baik dengannya. Dan jujur saya baru tahu sekian bulan lalu bahwa Fillin sudah pergi.

      Salam kenal juga ya mbak Atha.

  2. Assalamualaikum..
    Aku yuanita, adik sepupu mba Fillin.. Salam kenal 😊 Setahu aku, sejak sakit beliau ngga pernah mau ngeliat orang lain sedih karena keadaan kesehatannya. Jadi memang ngga banyak orang yang tau :’)
    Hari ini tepat 1000 hari mba Fillin meninggal. Mari sama-sama panjatkan do’a buat beliau..
    Wassalam ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s