Jangan Cintai Aku Apa Adanya – TULUS


Taksulit mendapatkanmu // Karena sejak lama kau pun mengincarku

Takperlu lama-lama // Takperlu banyak tenaga // Ini terasa mudah

Kau terima semua kurangku // Kau takpernah marah bila kusalah

Engkau selalu memuji apa pun hasil tanganku // Yang tidak jarang payah

Jangan cintai aku apa adanya // Jangan // Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan

Aku ingin lama jadi petamu // Aku ingin jadi jagoanmu

Jangan cintai aku // Apa adanya // Jangan // Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan

Pasti tahu Tulus kan? Itu loh yang booming dengan perumpamaan cinta dengan sepatu. Sadar gak sih kalau Tulus tuh ngajak kita pada sebuah cinta yang dewasa, perhatikan deh lirik “cinta memang banyak bentuknya, tapi taksemua bisa bersatu.”

Kenapa lirik itu ngajak cinta yang dewasa? Karena kalau kata Fromm masalah cinta selalu terkait dengan kedewasaan. Kedewasaan dan keikhalasanlah yang bisa ngajarin melepaskan sesuatu apalagi di zaman sekarang yang semua orang pengen dapetin apa yang mereka mau dengan dapetin berbagai cara. Yah walaupun dewasa dan ikhlas itu ukurannya absurd banget ya kan?

Oke cukup soal sepatu, saya tertarik untuk bahas lagu terbarunya Tulus yang saya dengar “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. Dari judulnya aja Tulus lagi meruntuhkan kemapanan “kalau kamu cinta aku ya terima aku apa adanya dong,” “sayang, kamu terima aku apa adanya kan?”

Pasti sering banget kan dengerin ungkapan “terima aku apa adanya”? apalagi untuk para penggemar FTV yang selalu happy ending walaupun orang kaya raya nerima si pembantu miskin. Padahal ternyata cinta justru harusnya mengajarkan orang lain untuk terus maju dan makin baik.

Kalau kata Erich Fromm, cinta yang berhasil adalah cinta yang disertai dengan pengembangan kepribadian dan produktivitas seseorang. Maka itulah, hal-hal yang dibilang Tulus justru banyak benarnya. Dan itu juga kenapa orang yang jatuh cinta produktif bikin kata manis di jejaring sosial.

Sayangnya, orang zaman sekarang berpikir bahwa cinta adalah hal menyenangkan yang dialami secara kebetulan sehingga tidak perlu banyak tenaga untuk mendapatkannya. Padahal, cinta adalah seni yang harus dimengerti dan diperjuangkan.

“Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan,” adalah kalimat kunci bagaimana Tulus sadar benar bahwa mencintai bukan sekadar menerima sekadarnya, bahkan hasil karya yang payah. Ajakan untuk jalan ke depan memperlihatkan bahwa di masa depan yang ingin dihadapi si aku lirik adalah sesuatu yang lebih baik.

Keinginan untuk menjadi lebih baik dan punya arah yang jelas dalam menghadapi masa depan diperlihatkan dengan lirik “Aku ingin lama jadi petamu.” Pilihan kata “peta” memperlihatkan bagaimana si aku memiliki tujuan yang jelas dalam mencintai dan segalanya sudah memiliki gambaran yang jelas untuk mereka berdua.

Siapa yang gak pengen jadi yang terbaik bagi orang yang dikasihinya? Keinginan itu diperlihatkan Tulus dengan lirik “Aku ingin jadi jagoanmu.” Tapi bagusnya dari keinginan jadi jagoan dalam keseluruhan lirik lagu ini adalah kenyataan bahwa keinginan untuk tidak dicintai seadanya. Keinginan untuk tetap maju ke arah yang lebih baik.

Tapi kalian semua pasti dari tadi mungkin bingung kenapa banget sih mesti mencintai perlu maju. Iyalah, kalau kalian aja setelah mapan pengen jadi kaya, gak pengen kan kisah cinta lo biasa-biasa aja dan stagnan di satu tempat?

Kalau kata orang jatuh cinta itu mudah, mempertahankannyalah yang sulit. Karena itulah “jangan cintai aku apa adanya” bisa jadi pilihan dua orang untuk mempertahankan cinta seperti layaknya mereka jatuh cinta pertama kali.

Sumber: remehtemeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s