Sasa dan Saroh (Time Flies!)


webjongillustrations101gg

Pagi hari 8 Agustus 13 belas tahun yang lalu, saya yang saat itu baru naik kelas 3 SMP tergopoh-gopoh masuk ke rumah bulik (adiknya mama). Embun belum purna menguap, matahari belum sepenuhnya keriap. Rumah itu kosong melompong, tapi saya tau ada gadis cilik 4 tahun yang masih pulas tertidur di kamarnya. Dengan hati yang sesak oleh rasa gembira dan haru, saya membangunkan putri tidur itu.

“Saroh, adek wis lair..”

Yang tidur hanya bergerak siput. Saya sentuh pahanya, dan basah. Semalaman celananya basah karena ompol dan tidak ada yang sempat mengganti. Saya bangunkan berulang kali hingga akhirnya dia membuka mata, menangis, dan berteriak mencari ayah ibunya. Dia tidak terbiasa membuka mata di pagi hari dengan melihat sosok lain selain ayah ibu, maka kehadiran saya di kamarnya membuat dia jengkel dan merasa ditinggalkan.

Saya bilang lagi bahwa adiknya sudah lahir. Saroh kontan makin menjerit dan minta segera diantarkan ke klinik tempat ibunya bersalin. Saya segera menggendong dia ke kamar mandi untuk membersihkan ompol, tapi dia justru makin berteriak kencang dan melepaskan diri dari gendongan saya. Maka apa daya, karena saya pun sudah tidak sabar ingin melihat bayi mungil anak kedua bulik, saya langsung gendong saja Saroh yang masih belekan, ingusan, dan bau pesing minta ampun komplit dengan pakaiannya yang basah (what an emotional yet horrible moment!)

400 meter berjalan kaki dengan menggendong Saroh yang montok lumayan membuat nafas saya senin-kamis (berat saya masih 38 kg sodara!). Dan saat kami membuka kamar tempat ibunya dirawat, tangis jengkel Saroh mendadak hilang, rasa payah saya juga amblas. Yang tersisa hanya bungah, haru, trenyuh, lega. Bayi perempuan montok dengan kulit pualam dan bibir merah mengkilap seperti jus stroberi tidur nyenyak di box-nya. Saya senang luarbiasa. Bayi itu bisa saya sambangi tiap waktu karena rumah bulik hanya 5 meter di samping rumah saya.

Bayi kulit pualam itu benar-benar saya saksikan detil perkembangannya. Caranya minum ASi, nangisnya, mringisnya, tiap momen saat mandi, makan, tidur, bercanda. Sering saya timang dan gendong. Saya ninabobok-kan sambil menyapu dengan iringan Westlife, Queen dan Bee Gees (tidak untuk ditiru!). Benar-benar saya apa-apain deh. Setiap momen, sekecil apapun, si bayi akan selalu saya libatkan. Saya lihat dan paham kapan dia mulai makan MPASI, mulai bicara sepatah kata, merangkak, berjalan, bicara. Usia dua tahun dia suka kepoin kopi hitam budenya (mama saya), dan minum hingga ampas-ampasnya (ada foto bahkan untuk tiap momen kecilnya. Rumah saya adalah rumahnya. Mama saya adalah mamanya. Abang saya adalah abangnya. Saya tidak bisa melukiskan betapa saya dan keluarga sangat menyayangi dia.

Hingga akhirnya hari ini, 8 Agustus 2014, si bayi kulit pualam berbibir jus stroberi itu mulai berjerawat. Badannya hampir menyamai tinggi badan saya. Kulitnya sudah coklat (geseng!), bibirnya juga berubah warna jadi jus sawo muda. Dia sudah remaja, sudah baligh, sudah naik kelas 8, sudah biasa curhat dengan teman-teman wanitanya, sudah malu untuk dikecup kening dan pipinya.

Annisa Sayyidah Amin, time just flies soooo fast. Sasa sudah gede. Sudah baligh. Sudah gak mau ditimang. Sudah berat luarbiasa bobotnya. Sudah kena taklif hukum syara’.

Mba nindi masih di sini, masih akan mau merawat Sasa (dengan jenis perawatan yang berbeda), masih akan selalu jadi mbak nomer dua setelah Mbak Saroh. Kadang penginnya Sasa gak usah gede aja, pengen kayak dulu. Tapi ya ndak bisa toh ya… Sasa jadi anak sholihah, harus istiqomah nutup auratnya meski cuma ke warung (karena Allah lihat sasa 24 jam full), harus manut sama bapak karo mamak. Hal yang lain-lain lanjut via telpon. Sehat terus, nduk. Semoga doa mama n endhe dalam nama Sasa bisa terus dikabulkan, jadi wanita pemimpin yang terpercaya…

Saroh sudah mulai kuliah di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester ini. Wes gedhi-gedhi banget adiku loro ki, jaaan.

*Semburat Jingga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s