Image
0

.:Setengah Tiga:.


.:Setengah Dua:.

Kamu setengah tiga
Membatas terik dan senja
Dulu, kemarin dan cukup sampai sekarang
Rindu tidak berbilang
Kagum tidak terbayang

Kamu setengah tiga
Menjadi lugas dengan pekerti tanpa pamrih
Mengambil kendali
Menyetir serabut nadi

Pada satu titik, pulang adalah absolut
Menggulung penantian dan menghapus jejak
Mengusap kenangan dan mengeringkan harap

Dan pada satu titik, 96 purnama itu akan lenyap
Semua akan mundur ke titik nol
Semua akan lebur, remah, rata, dan hancur.

Menyesal? Tidak
Untuk apa?
Nama itu kueja dengan kesadaran, kehormatan dan kepala tegak

Kesadaran yang membuat jemariku tak pernah menyentuh
Mataku tak pernah mengerling
Lenganku tak pernah menggapai
Kakiku tak pernah memihak
Senyumku tak pernah berpanah
Tubuhku tak pernah mendayu

Kesadaran menahan apa yang ada dalam palung tak kuizinkan meriak
Aku cuma diam, mengeja, mendoa, meminta
Biar Allah yang menghimpun harapan saja

Aku duduk
Menatap laut yang menjadi demarkasi
Setengah tiga temaram
Enam pun kian petang

Mari pulang…

*Yogyakarta, 23 Mei dini hari*
-Semburat Jingga-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s