Bibir Bincang-Bincang


Image

Terkadang, kita merasa tau tentang orang lain hingga merasa wajar dan biasa2 saja saat mengomentari, memberi kritikan, bahkan memberi sindiran. Bukan terkait hal-hal kasat mata yang nyata-nyata bertentangan hukum syara’, bukan, ini mengenai sesuatu yang di luar itu. Sedalam apa ya kita menyelami kehidupan orang yang atasnya kita ‘sok’ memberi komentar dan sindiran?

Satu contoh, ada seseorang berkata tentang si A yang berbeda kabupaten kepada saya: ‘Haduh, si mbak A itu mah susah cari suaminya, kriterianya ketinggian’. Hal serupa juga dikatakan oleh 2 atau 3 orang lainnya. Akhirnya muncullah labelling bahwa si A tsb ‘kriteria suaminya ketinggian’, dll. Saat saya mencoba ngobrol2 langsung dengan A sekali dua kali tiga kali, wah ternyata kriterianya sangat sangat logis, nothing awkward. Memang beberapa kali saat A bertaaruf, ada hal-hal teknis yang membuat prosesnya tidak berlanjut (bukan karena kriterianya susah). Saya jadi mikir, ah sayang sekali orang-orang yang melabeli akhwat ini tanpa ngobrol-ngobrol dulu dengannya.

Atau ada yang berkomentar tentang figur lainnya (si B): ‘Dia tuh demen cari kesibukan, orientasinya karier dan cari duit’. Bahkan ada yang lebih pedas: ‘Mbak B ini meski pendakwah tapi ngikut pemikiran feminist!’. Huaaa… Pas saya crosscheck, masyaAllah, si B punya alasan sangat kuat dan sangat logis mengapa dia harus bekerja membanting tulang and stand up on her own feet! Dan saya mengamati betul bahwa dia berusaha sangat maksimal untuk menunaikan amanah-amanah fardhu’nya. Lagi-lagi saya cuma miris terguris rodo mringis dengan labelling terhadap si B ini.

Ada lagi seorang kawan (C) yang sudah nyaris 15 tahun menikah dan belum dikaruniai anak. Beliau terlihat begitu cuek, lucu, bahkan terkategori suangat kalem menghadapi ‘urusannya-yang-belum-memiliki-anak’ itu. Sikapnya ini membuat orang-orang di sekelilingnya sering memberikan komentar: ‘Lah, mbok yo nek usaha nduwe anak sing tenanan tho, melas garwone ndak selak tuwo tapi urung nduwe anak’, dan komentar sejenis lainnya. Yang komentator tidak ketahui adalah secuek dan semurah senyum apapun si C di hadapan orang lain, beliau akan menangis hingga sajadahnya basah mulai dhuha hingga dzuhur, mulai qiyamullai hingga fajar, berdoa dengan tulus dan panjang agar rahimnya mendapat kesempatan mulia menjadi tempat bersemayam seorang cikal bakal manusia. Itu beliau lakukan karena segenap ikhtiar telah dilakukan sepanjang 15 tahun pernikahannya.

Saya mrebes mili jika teringat betapa terkadang manusia ini benar-benar menjadi makhluk yang sok tahu, kurang peka, kurang peduli, kurang perhatian terhadap hal-hal sepele yang dikeluarkan dari lisannya. Tanpa pernah mencoba mencari tahu benar –tidak, tepat-tidak, pantas-tidak perkataannya dengan melakukan pengamatan yang teliti dan benar. Tanpa pernah menyadari bahwa lisannya akan membuat orang lain kesulitan, teriris hatinya dan yang lebih ngeri adalah mengantarkannya ke neraka.

Saya pasti pernah berada pada posisi di mana lisan saya sangat tidak hati-hati, menjadi tidak beradab dan akhirnya menyakiti orang lain. Aduh Rabbi, nyuwun ngapunten! Semoga saya, keluarga, dan sahabat-sahabat saya senantiasa menjadi orang-orang yang peka, kritis, namun hati-hati dalam menggunakan lisannya. Aamiin!

‘Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kata yang membuat Allah swt ridha kepadanya, sang hamba sendiri sama sekali tidak memperhitungkannya, namun dengan satu kata itu, Allah swt naikkan derajatnya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kata yang membuat Allah swt murka, sang hamba sendiri tidak memperhitungkannya, namun gara-gara satu kata tersebut, sang hamba terperosok ke dalam neraka Jahannam’,” (Muttafaqun ‘alaih, lihat Bukhari [6477, 6478] dan Muslim [2988]).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s