Bismillahi-nya Konglomerat


photo

Jika seandainya Anda menjadi seorang perdana menteri di sebuah negara berkembang: akan tidak banyak yang bisa anda atasi sesuai dengan hati nurani atau idealisme anda. Soalnya, penguasa dunia ini bukan gubernur, bukan menteri, bukan perdana menteri, juga bukan samrat ASEAN, atau bahkan pun PBB. Yang menguasai dunia adalah keterlanjuran sistem-sistem internasional yang merupakan lingkaran setan yang memenjarakan manusia, terutama orang-orang kecil.

Apalagi sistem-sistem besar itu dibangun tidak sungguh-sungguh untuk manusia dan kemanusiaan, tetapi untuk mitos-mitos yang bernama kemajuan, modernisasi, metropolitanisasi, yang keseluruhannya menjebak manusia dalam ketersesatan filosofi, keterjerembapan politik dan ekonomi, serta keterbuntutan budaya.

Jadi, apa yang dilakukan orang-orang kecil hanyalah mengungkapkan rasa simpati, menyumbangkan doa serta ikut merawat daya juang itu sendiri, dan bukan bagaimana hasilnya. Tuhan akan menilai kerja perjuanganmu, bukan bagaimana hasilnya. “Panen” bagi para pejuang adalah mutu dari perjuangannya itu sendiri, syukur jika Allah mengizinkan hasil yang akan merupakan panen bonus.

Perjuangan itulah yang memelihara manusia menjadi tetap manusia, di hadapan proyek-proyek yang mengusir kemanusiaan dari diri manusia. Apa yang menimpa kaum papa, kaum beratap langit, kaum terpinggir, dan kaum-kaum tersubordinasi lain adalah indikator permukaan belaka dari ketergusuran kemanusiaan dan nilai-nilai luhur peradaban ciptaan manusia itu sendiri.

Kemanusiaan digusur dari ribuan hingga jutaan orang kecil, serta tergusur pula dari diri sekelompok kecil pemilik kekuasaan dan modal yang merasa bahwa mereka adalah manusia. Jika Anda tidak dimanusiakan oleh lain – baik dalam pergaulan, perpolitikan, maupun perniagaan – maka sesungguhnya yang lebih tidak manusia adalah pihka yang tidak memanusiakan anda.

Hampir 45 tahun lampau Pesantren Gontor bermaksud memperluas bangunan pondoknya. Namun, Pak Kyai mengerti mengerti sepenuhnya bahwa orang-orang di kampung itu berhak 100% untuk tidak bergeser setapak pun dari tanah dan rumahnya, meskipun perluasan pondok jelas membawa kemashlahatan yang jauh lebih besar.

Pak Kyai menghargai hak yang merupakan amanah Tuhan itu. Maka yang beliau lakukan adalah pendekatan manusiawi, ditambah doa-doa khusus memohon kepada Tuhan bukan agar penduduk mau pindah, melainkan agar Tuhan membimbing semua pihak menuju keadaan terbaik dan diridhai-Nya. Setahun lebih setelah doa itu dipanjatkan, para penduduk dengan sadar memindahkan dirinya sendiri, tentu saja dengan jaminan yang pantas dari Pesantren.

Kenapa penggusuran-penggusuran di kota-kota besar tidak dikaitkan dengan doa dan kehendak Allah? Karena yang akan dibangun di atas tanah gusuran itu juga tidak dijamin punya kepentingan terhadap nilai Tuhan. Karena bagian-bagian tertentu dari pembangunan kita ini melenceng dari petunjuk Tuhan. Karena penguasa dan konglomerat yang menggenggam modal tidak punya urusan dengan Tuhan, tetapi dengan profitisme, keuntungan pribadi dan perusahaan dalam arti yang paling material, serta dengan bonus, persentase, dan bratu. Dan itulah potret dunia modern yang dipamer-pamerkan secara palsu ke telinga orang-orang kecil.

Para penguasa yang dzalim tidak pernah mengucapkan ‘Dengan menyebut nama Allah yang Pengasih dan Penyayang’, karena yang mereka sodorkan kepada orang kecil bukanlah kasih dan sayang. Para konglomerat itu juga tidak pernah mengucapkan ‘Bismillah’ kecuali dalam kepalsuan mulut, karena yang mereka atas namakan hanyalah keuntungan materi yang akan menghancurkan diri mereka sendiri di akhir hayat.

*Ditulis ulang dengan perubahan, dari ‘Markesot Bertutur’ oleh Emha Ainun Nadjib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s