Divortiare By Ika Natassa


divortiareIka was just so simply, chic, funny, n got my tummy having cramps as the way before. huehehe…

Divortiare=Divorce. All you could think, yes, this second book of her is all about a divorcee’s life, but truly she made it in a very different way. She packaged those failed-marriage-thing in insane but so-much-amusing way.

Dalam A Very Yuppy Wedding, Ika menceritakan bagaimana liku-liku kisah cinta Andrea dan Adjie yang berusaha mati-matian untuk saling memahami demi jenjang hubungan yang lebih serius -a marriage, NAH, di buku kedua starting pointnya justru ketika kehidupan rumah tangga sang tokoh sudah berakhir (tenang aja, beda tokoh kok, di Divortiare tokohnya itu Alexandra dan Beno)

Alexandra, seorang banker (again!), memilih bercerai dari suaminya Beno Wicaksono, dokter spesialis bedah, ketika ia sudah setengah mampus bersabar dua tahun mengahadapi sang suami yang lebih suka ‘tinggal’ di rumah sakit mengurus pasien-pasiennya daripada memperhatikan dia.

Tapi setelah bercerai, semua hal tidak menjadi mudah. Justru banyak detail yang membuat Lexy (Alexandra) merasa ia telah salah mengambil keputusan. Awalnya, ia mengajukan cerai karena memang sudah terlalu lelah menjalani kehidupan pernikahan yang dingin, melihat suaminya HANYA 15 menit di tengah malam sebelum tidur dan 30 menit sebelum berangkat kerja (it was soooo abnormal marriage life, rite?). Tapi ketika sudah bebas dari lelaki itu, justru segala sesuatu yang berkaitan dengan Beno tidak pernah sedikitpun dia lupakan.

Cara Beno menatapnya, kebiasaannya makan mie saat malas keluar mencari makan, bau parfumnya, suaranya yang lembut tapi dalam, EVERYTHING!

Bahkan ada definisi yang menohok banget : ‘Being in commitment is almost like getting a tattoo. You think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep!

Jadi selama nyaris tiga tahun berpisah Lexy tidak bisa menghentikan otaknya untuk memikirkan Beno dan semua kenangan yang pernah mereka punya saat masih bersama. Bahkan, ketika Denny yang tampan kaya  sabar, Denny yang dengan tulus mencintai Lexy tanpa memikirkan statusnya sebagai janda, Denny yang selalu mampu membuat Lexy rileks dan tersenyum, memberinya cincin untuk menjadikan istri, Lexy tetap tidak mampu menghilangan guratan Beno dalam benaknya.

Well, harusnya sedih yah kisah seperti itu. But guess what? Ika Natassa cerdas banget mengemasnya dalam jalinan katanya yang khas hedon, renyah, ceria. Hedon? ya hedon banget. Mirip deh sama kehidupan Andrea di AVYW, Lexy juga seorang wanita yang suka berburu barang-barang branded, duniawi banget, workaholic banget, meski dia tetap mengisahkan bagaimana kehidupan spritualnya sebagai seorang muslim. hee

Tapi beneran deh, kisah romansa dan perceraian itu tergambar lebih realistis dan ‘normal’. Gak menye-menye banget, bukan jenis yang romantis-gak-ketulungan banget. Make sense lah.

Have a try yah!!😉

(Semburat Jingga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s