A Book By Ika Natassa: A Very Yuppy Wedding


yuppy wedAs the tittle, it was a very yuppy book for me, cause I couldn’t refrain my curiousity to tear the plastic cover. Heu heu… Just 3 hours after I grabbed it from Togamas BS, i’ve read till the very last page.

Well, kesan pertama dari buku ini apa hayo? Simple cover! You just will find white cover with some simple text also. I mean, it is so determining brevity and simplicity as well. Kesan kedua apa? From the review I know It was all about the banker’s life, so me as geophysicists seen it as a new challenge.

Beberapa halaman saat baca, lalu keterusan buka halaman-halaman akhir, saya sempet kaget plus heran plus takjub plus bingung. Ika Natassa membangun novel fiksinya dengan percakapan, DIALOGUE. 90% novel ini adalah dialogue, man. Well, buat saya ini aneh tapi di saat yang sama juga merasa takjub.

Setiap penulis biasanya akan memiliki banyak sekali tulisan narasi/deskripsi/monologue dalam tulisannya. Percakapan hanya dihadirkan pada point-point penting. Karena memang berbait-bait narasi itu mampu menunjukkan kredibilitas penulis dalam kekuatan rasa, kekayaan diksi, referensi bacaannya (yang terlihat dari data/riset/pemikiran tokoh yang dikutip atau disertakan dalam tulisannya), dan kemampuannya mempertahankan mood pembaca sampai ke titik terakhir. Saya suka narasi yang indah, yang cerdas, yang membiru, yang syahdu, yang penuh data dan fakta, yang kuat, yang tidak membosankan (I mean, who won’t like this??  ). Ketika saya menyusuri karya Harper Lee ‘To Kill A Mockingbird’, itu monologue naratif 90%. Nobokov, Daniel Keyes, Hossaini, Tasaro, Dee, Ayu Utami, Tereliye rata-rata adalah narator yang cakep (narasinya!).

Jadilah saya merasa aneh dengan Ika yang menyusun dialogue mulai halaman1, 5, 10, 100, dst. Hehe..
Berbarengan dengan itu, saya salut. Beneran! Saya yakin lho gak semua penulis mampu mempertahankan alur cerita, mengemas konflik, dan memberi surprise dengan gaya dialogue. Yakin deh. Biasanya pembaca akan kehilangan keinginan untuk lanjut membuka halaman karena penulis tidak mampu mempertahankan ‘soul’ dalam tulisannya (curcol inih). Tapi itu gak berlaku buat Ika, she did it very damn well!!

Dan ‘A Very Yuppy Wedding’ is soooo metropop. Ini kehidupan dan gaya hidup masyarakat kelas atas, banget. Andrea, si tokoh utama, adalah seorang banker di Perdana Finance yang berdarah Batak-Belanda. Woohoo all she wear from head to toe is totally branded. Perawatan rambutnya, mukanya, blusnya, tasnya, perhiasannya, stilettonya, jeansnya. Sumpe deh saya gak ngerti itu merk darimana aja. Dia juga makannya di Sushi tei, Patron, dan resto-resto lain yang easily-lost-from-my-mind-cause-it-wasn’t-familiar-at-all. Dan sangat shopaholic, gaj ataupun bonus tahunannya –yang aku yakin jumlahnya ratusan juta- bisa dia habiskan separuh hanya untuk sekali belanja. Ini bacaan ga baik untuk orang yang polos banget (yang gampang terpengaruh dan belum punya prinsip). *LOL*

Adjie, calon suaminya juga lelaki yang secara fisik dan materi adalah bernilai 9.8 dari total score 10. Heuheu… Dan kisah ini seputar kehidupan karier, cinta, persahabatan mereka.

I’ve rated 3 stars for this book. Well I was so fascinated reading it, but it wasn’t give anything left in my head. But at all, u must give this one a try.😀

(Semburat Jingga)

One thought on “A Book By Ika Natassa: A Very Yuppy Wedding

  1. Pingback: Divortiare By Ika Natassa | Pena Revolusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s