D.I.A.M.


Kemarin..
Aku terdiam kala senja ditelikung malam
Pun diam kala malam dibuyarkan fajar

Membisu

Menahan
Mencoba diam

Kini, bahasa embun mengajarkanku sesuatu
Bahwa memang tak semua harus terkatakan
Kita cukup diam, biar kekuatan lain yang menuntaskan.
Terimakasih untuk dewasamu, itu memberiku cukup alasan untuk tetap diam

Aku tersenyum, tidak lebar, agar tidak ada celah yang membuat naluri ternganga & gagal untuk diam.
-mari diam-

[Semburat JINGGA]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s