Bidadari Dalam Kanvas Sederhana


 

Aku sama sekali tak pernah membayangkan bahwa di bumi tempatku berpijak, bumi di mana kebanyakan para musafir melupakan tujuan hakikinya, aku mampu melihat BIDADARI!

Bagiku gambaran bidadari dalam Al-Qur’an adalah final

Mereka sempurna!

Tak mungkin kujumpai bidadari dengan wujud yang lain.

 

Itu dulu, sebelum kutemui bahwa kehidupan dunia mampu menyuguhkan sosok bidadari yang lain.

Bidadari yang kutemui itu tak bermata jeli, tak selalu perawan, tak selalu muda, tak selalu putih mulus kulitnya, tak semua semampai.

Bidadari-bidadari itu terlukis dalam kanvas yang sederhana

Terekam dalam jejak kehidupan yang sederhana

Terpotret dalam kenangan yang sederhana

Tercatat dalam peristiwa sederhana

Ya, bidadari-bidadari itu kujumpai dengan warna yang indah dan sederhana

Ada yang berpeluh menyusun agenda

Ada yang tegak duduk mengiris sayuran usai shalat malam

Ada yang rela menerapas hujan demi memenuhi undangan kajian

Ada yang ikhlas terkantuk-kantuk menyusun proposal

Ada yang hafalan ayat sembari membuat opor ayam

Ada yang dimaki usai menyampaikan kebenaran

Ada yang dijauhi karna busananya dianggap meresahkan

Ada yang datang dari pintu ke pintu menawarkan buletin

Ada yang begitu gigih mengkhatamkan Al-Quran

Ada yang sering terjaga 20 jam tiap harinya demi menunaikan amanah

Ada yang menggendong tiga putra-putrinya sembari menyebar undangan

Mereka sederhana, bukan?

 

Mereka GILA! itu sangkaku dulu

Bagaimana mungkin mereka mencurahkan segenap waktu, biaya, tenaga, pikiran tanpa imbalan rupiah?

Mereka GILA!

Bagaimana mungkin mereka tetap kokoh menyerukan dakwah padahalĀ  kesinisan, pengucilan, pendiskriminasian adalah harga yang harus mereka bayar?

Kutemui akhirnya bahwa itulah cinta, ya itu cinta.

Kecintaan mereka yang begitu tebal pada Pencipta telah menjadikan mereka tuli dengan ejekan, ba’al dengan siksaan, abai dengan rasa letih, intolerir dengan maksiyat.

 

Hmm, itu bidadari-bidadari yang kutemui sepanjang jalan yang indah ini

Semoga raga dan jiwa ini mampu istiqomah dan mereguk berbagai amanah bersama bidadari-bidadari itu

Aaamiiin

 

*Mbak-mbakku, sahabat-sahabatku…sungguh, jika bukan karna kasih sayang kalian, belum tentu aku mampu menemukan definisi lain dari bidadari..uhibbuky fillah..

Untuk Mba Qonita, Mba Azizah, Mba Dienul, Mba Hida, Mba Najmi, Mba Diana, Mba Rosyidah, Mba Silma,,aiiih, banyak sekali bidadarinya, aku mencintai kalian semua, cintaaaaaa karna Allah ta’ala…

 

[Semburat JINGGA]

 

One thought on “Bidadari Dalam Kanvas Sederhana

  1. dalam sebuah buku kuning bertuliskan “tafsir kebahagian” – jalaludin rakhmat, .. bidadari itu ada didunia, dia yang seperti digambarkan oleh Alquran .. seperti cerita seorang pemuda zuhud yang memakan buah apel bukan miliknya, dan ia ingin bertanggung jawab dengan syarat menikahi anak nya yg bla bla bla ..

    and than, wanita itulah bidadari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s