MAU tapi TAK MAU (berusaha)


Adakah jalan taqwa itu manis? Nyaman? Tentram? Santai?

Adakah jalan menuju jannah itu mudah? Bebas? Semaunya?

Jika BENAR surga itu MURAH dan MUDAH, mengapa Rasulullah tak berhenti meski siksaan datang bertubi? Mengapa keluarga Yasir tak mengakui saja sekutu Allah? Mengapa Bilal bin Rabah al-Habsyi tidak kafir dari keimanannya saja? Mengapa Mush’ab bin Umair meninggalkan harta, tahta, dan kejayaannya? MENGAPA?

Yap, jawabannya : karna surga itu MAHAL !! ^___^

Kok MAHAL? Allah kan Maha Pemurah, Maha Pengasih, Tak ada ZAT yang melebihi KEMURAHAN ALLAH dalam memberikan kasih sayang dan rahmat. TAK ADA! Lalu mengapa surga itu MAHAL? ^_^

Ya surga itu MAHAL, karena menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNYA adalah sulit.

Definisi TAQWA mungkin sering kita dengar, bahkan dah hafal kalee dari jaman jebot (sama hafalnya kita dengan lirik lagunya Justin Bieber, ato SM*SH hehe). Tapi apakah aplikasi dari taqwa itu semudah hafalan kita atas definisinya? ^__^ Kira-kira kalo seorang remaja ato anak kuliahan lah, rajin datang ke masjid ikut kajian, menjaga pandangannya (bukan nunduk mulu loh, ntar salah urat dah tuh leher :D), menjaga interaksinya dengan lawan jenis, punya komitmen tegas untuk gak berpacaran, sering memberikan nasehat sama teman-temannya, sering mengajak mereka ikut kajian untuk lebih memahami islam, APA TANGGAPAN KEBANYAKAN DARI KITA?

‘Alaah, sok alim lo bro..”

”Hare gene gak pacaran?? Cepet mati lo sob!”

”Gak nyontek? Gak cerdas posisi dah ah..!’

”Dateng kajian yak?? Entar dah, CS-nya nanggung neh”

‘ Ngapa nunduk mulu gan? jidat lo panuan?’

Wah, inikah yang sering kita ucapkan? atau paling tidak yang sering kita dengar?

Kalo begini jawaban kita, jelas surga itu mahal. MAHAL BANGAT! bagaimana tidak? bahkan telinga kita udah kita gembok pake kunci tujuh lapis sebelum mendengarkan taushiyah berharga dari teman kita. Bahkan kita sudah mereeeeeem dari kebenaran yang akan disampaikan oleh saudara kita. Bahkan kita begitu susah menggerakkan tangan dan kaki kita untuk mendekat pada Allah. Bahkan hati kita beku jika disiram dengan guyuran ayat-ayat Alqur’an, enggan membuka, membaca, menghafal, apalagi mengamalkan. Bahkan kita tak bergeming untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang apa-apa yang Pencipta kita sukai dan apa yang tidak disukai, mana yang boleh dijalankan mana yang sama sekali tak boleh dipegang. Atau mungkin kita TELAH TAU BEGITU BANYAK tau+hapal ajaran islam namun tak terfikir untuk mengerjakan dan menyampaikan?

Siapa yang tak ingin masuk surga? Adakah orang waras di muka bumi ini yang tak ingin masuk surga? Well, cuma orang-orang dengan akal yang terlepas dari kesadaran aja yg gak mau masuk surga. Coba tanyain bocah umur lima tahun, “dek, mau surga atau neraka?‘ jawabannya surga. Coba tanyain sama remaja yang lagi mojok dempel-dempelan ma pacarnya, ‘Mbak, mas,, mau masuk surga atau neraka?’, jawabannya surga. Coba deketin pejabat yang gemar korup dan mendzalimi rakyatnya, “Pak kira2 dengan semua hasil korupsi yg sudah bapak timbun, bapak pengennya masuk surga atau neraka?’ Bego kalo dia jawab neraka, pasti jawabannya surga.πŸ˜€

Tapi, apakah Allah akan serta merta ngasi surga dengan berkata..

‘Wahai fulanah, meski kamu tidak berkerudung dan berjilbab, meski kamu lalai terhadap perintahku di Quran surah Al Ahzab 59 dan Annur 31, kamu tetap akan masuk surga!’

“Wahai fulan bin fulan, meski kamu tuh gak pernah shalat, surga itu jaminan kok buat kamu..”

“Wahai fulan dan fulanah, meski kalian berpacaran, berzina, pernah aborsi, tenang aja, surga itu pasti milik kalian kok”

“Wahai preman kamfung Cainis (kampung Cina yah bacanya :D), meski doyan miras merk oplosan, tapi surga itu hak kamu tentunya..’

Adakah Allah akan memberikan surga tanpa melihat amalan kita, baik buruknya, benar salahnya? Adakah? Mungkinkah?

Tidak. Jangan mengatasnamakan KEMURAHAN Allah maka kita bebas berjalan dan berbuat tanpa dikendalikan oleh rambu2. Jangan mengatasnamakan KEBAIKAN Allah lalu kita merasa tak perlu berusaha sekuat hati, jiwa, raga untuk memahami ilmunya dan menjalankan perintahNYA. JANGAN. JANGAN PERNAH.

*Terus, jika kita berbuat sesuatu yang salah, kita sadar itu salah, kita paham itu salah, tapi kita toh tetep menjalankannya, Apa masih pantas kita mengharapkan syurgaNYA ALLAH?

Astaghfirullahadzimi, astaghfirullahaladzimi..

Rabbighfirliy, Rabbighfirliy…

*Siapakah kita ini sebenarnya, hamba atau PENCIPTA? Manusia apa Tuhan? Mengapa begitu sombongnya kita dengan begitu mudah lalai dan melupakan perintah-perintah Allah…. T_T

[Semburat JINGGA, perenungan diri demi perubahan hakiki]

2 thoughts on “MAU tapi TAK MAU (berusaha)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s