Antara Azzam, Tugas, dan Aku


Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillah…

Astaghfirullah..Astaghfirullah..Astaghfirullah…

Hanya dua kata itu yang terus menerus kujaga agar tetap terucap dari bibirku dan menyadarkan fikirku, bergantian, bersahutan, tak boleh berjeda. Siang itu, 18 Februari 2011, Allah telah memberiku sebuah amanah besar. Berat tapi memikat. Pelik namun menarik. Indah tapi susah. Yap, Allah telah memilihku menjadi orang yang diberi kenikmatan berjuang di jalan dakwah. Bukan hanya itu, tapi aku diberi amanah untuk menjadi Penjaga Islam Yang Terpercaya…

Merenungi berbagai jalan yang telah menghantarkan kakiku di tempat aku berpijak kini, begitu panjang dan indah. Menganggap itu seperti mozaik-mozaik yang semoga mampu menyempurnakan penghambaanku pada satu-satunya Zat Yang Patut Disembah. Sumpahku telah menarik diri ini pada sebuah penyadaran dan pengembaraan fikir yang panjang. Ummat, ummat, ummat…cuma itu. Apa yang bisa kulakukan dengan ummat ini agar mereka mau kembali dan serempak memperjuangkan satu-satunya hukum yang layak diperjuangkan, SYARIAT ISLAM.

Terbayang sudah apa yang harus kuamalkan, kubaca, kurangkai, kumulai, kutarget, kutambah, kukurangi. Semua bermuara pada satu, titik final segala kerja keras, yakni tegaknya daulah khilafah yang akan melanjutkan kehidupan islam. Kehidupan berhias lentera ikhlas Rabbani, diliputi gemerlap keadilan yang bersumber putih bait Qur’ani…

Ya Rabbuna, semoga aktivitas kuliah dan dinasku tak mengambil porsi lebih banyak dari halqah dan dakwahku. Semoga aku mampu mempertanggung-jawabkan apa yang sudah kuucapkan sungguh-sungguh di hadapanMu. Semoga aku bisa menjadi uyunul ummah yang dengan itu aku akan mampu mewarnai kerusakan dengan cahaya islam, pun aku tak akan terwarnai oleh noda kebathilan. Semoga aku bisa menjadi dalam barisan al-ghuroba yang teguh menggenggam panasnya bara islam akhir zaman. Semoga Engkau memasukkan aku pada golongan orang-orang yang Engkau ridhai ucapan dan amalnya hingga Syurga bisa menjadi tempatku kembali. Rabbuna, tsabbit qulubana ‘ala diinika..tawaffani muslimaw wa alhiqni bishsholihin. Aaamiiin….

[Semburat JINGGA]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s