Wuaaaah…ternyata CABE!!


Ihiiiirrr….aku salah beli barang…aku tertipu!! waqoaqoa… >.<‘

Yap, saya ini termasuk wanita yang suka bicara dan terampil dalam beberapa seni berbicara (huek huek, jangan percaya yah! hehe), mulai dari memberi masukan, mengambil hati anak kecil yang sedang nangis, menghibur teman, mempengaruhi orang lain (dalam kebaikan tentunya ^___^), jadi sales/nawarin barang n ide, sampe dalam hal tawar menawar ma penjual. Hihihi, mulut saya benar-benar seperti senjata pamungkas, ketika perbuatan dan airmata tak bisa melakukan apa-apa, maka saya akan merangkai kata dengan mulut itu (ceileeeeh…)

Nah, ceritanya..saya sedang mengincar sebuah barang yang memang ‘antik’ n jarang banget ada. Butuh waktu delapan bulan loh untuk bisa beli barang itu, karena saya harus melihat dengan seksama, meneliti tiap inci barang itu, dan memperhitungkan kocek saya. Wuaaah, pokoknya saya gak main-main deh, bener2 pengen punya barang antik itu.

So setelah investigasi sekian bulan, alhamdulillah ada sinyal bahwa barang antik dengan harga mahal itu bisa menjadi milik saya dengan kondisi dan persyaratan tertentu (Oh ribetnya..). But saya pikir pasti worth it lah, jika waktu, biaya, dan usaha memang harus saya keluarkan demi sebuah ‘perpindahan kepemilikan’ barang itu. Hehe…berbunga-bunga neh pas akhirnya separuh barang itu jadi milik saya. Saya rajin menjaga dan merawatnya biar keindahannya tidak menguap oleh garangnya masa ataupun berkarat oleh polusi kebejatan asap-asap kapitalisme. (gubrakkkz, gak nyambuuung…..!Eh nyambung kok kalo dipaksain :P)

Nah keahlian saya dalam hal ‘ngemeng’ itu juga saya libatkan di sini, cuap-cuap ideologis berbalut qanaah ataupun diskusi cerdas ala panelis-panelis papan atas juga kerap saya lontarkan demi memuluskan azzam saya menjadi pemilik barang itu. Nah akhirnya, sang pemilik ‘lumer’ dengan kejayuzan dan kecerewetan saya (ini lumer apa eneg ya, hahaha, bodo ah) hingga akhirnya saya bebas membawa pulang barang itu. Wuuuaaah, senangnya tak terkira, delapan bulan berpeluh, berairmata, berdarah ria (gak segitunya kalee…) serasa ga percuma…asyiiiik, walhamdulillah. Allahuakbar! pekik saya.

Dengan santai dan rasa girang yang membanjir eh meluap, saya buka bungkusan yang menutup rapi barang yang saya inginkan. Nah pas dibuka..ternyataaaaaaaaa……saya bersuara keras penuh keheranan :

“Loh Kok isinya CABE seehhhh??? aku kan pengennya BROKOLI!!!!’

Aaaah, cabe merah yang hampir membusuk itu tampak seperti brokoli segar yang kaya akan antioksidan di mata saya. ooohh tidaakkkk!!!! Kenapa bisa begini? Apa saya salah liat? prasaan waktu milih di pasar delapan bulan kemaren (belanja kok lama amat yak, haghaghag) saya minta brokoli deh ma penjualnya bukan cabe…idiiih…

Ternyata oh ternyata, saya buta. Saya terburu nafsu. Emang sih pas datang ke pasar saya nunjuknya brokoli tapi entah mengapa yang saya ambil justru segenggam cabe merah yang tidak hanya pedas di mata dan mulut saya tapi juga puanaaaasss di hati. Kesalahan ini juga tak luput dari mudahnya hati saya ‘luluh’ terhadap sesuatu, hingga terkadang saya kurang fokus dan kurang konsisten. Wuuuahhh, payah. But, pelajaran ini berharga banget, nget nget, ngettt!

Alhamdulillahi Ya Rabbuna, Ya Mujiib, Ya Rahman, Engkau mengizinkanku ‘sadar’ untuk tidak memakan cabe itu, Engkau membuatku sadar untuk tidak makin kuat menggenggam cabe itu, Engkau membuatku sadar bahwa yang kubutuhkan untuk menepis ‘kanker kehidupan’ adalah BROKOLI dan bukan cabe, Alhamdulillah Engkau mengembalikan konsentrasi dan kesadaranku tepat sebelum aku meruntuhkan semua yang sudah kubangun demi harga segenggam cabe. Alhamdulillah…. ^______________^

Buat saudara n saudariku fillah, gak salah kalo kita punya keinginan kuat yang berpendar ketulusan lillahita’ala dalam memilih atau mentarget sesuatu. Gak salah kalo misal kita menginginkan seorang alim ulama ideologis+trainer handal+penyayang untuk jadi pasangan hidup kita. Sama sekali gak salah, bukankah Khadijah begitu menginginkan sebuah rumah tangga yang indah dengan Rasulullah  atas dasar kecintaan pada Allah Ta’ala? Yap, tapi mohon diingat, janganlah jatuh hati atau kagum berlebihan pada seseorang yang kita anggap mampu dan pantas jadi pendamping hidup kita. Wuuuaaah, jangaaaaan ya! Karena sesungguhnya rasa ‘suka’ yang hadir di luar pernikahan akan berubah jadi lahan dosa jika kita tidak pintar-pintar menjaga iffah, iman, dan ketundukan kita. Saya hampir terjatuh di titik itu, saya hampir salah pilih. Tapi Allah masih menyayangi saya yang hina dina ini, masih menyelamatkan saya. Aduuh apa lagi coba kenikmatan yang lebih hebat dari apa yang saya dapat saat ini? TIDAK ADA!

Kalo udah terlanjur kagum sama seseorang, pintallah kekaguman itu dalam agungnya sebuah hati yang berhijab, dalam bibir yang tak tersibak, dalam mata yang tertunduk, dalam senyum yang tertahan. Itu, ingatlah itu…Sangat indah jika kiranya kita yang wanita mampu menjadi Fathimah dalam mencintai Ali. Dan alangkah ‘gentle’nya jika ikhwan mampu bersikap layaknya Ali. Ketakutannya pada Allah membuat ia memilih diam ketimbang mengutarakan perasaannya pada Fathimah. Waw..kereeen kaaan… hehehe.. Ayok jaga diri kita,,, Saya sangat ingat pesan guru ngaji saya,, “segala yang baik akan selalu dimulai dengan yang baik, jika tidak maka buruklah adanya”.😀

 

NB : meski efek ‘panas’ cabe masih saya rasakan di tangan dan (terutama) di hati saya, tapi saya yakin itu gak akan lama. Asyyyeeeekkkk….SEMANGAT!!!

 

[Semburat JINGGA]

 

2 thoughts on “Wuaaaah…ternyata CABE!!

  1. “Kalo udah terlanjur kagum sama seseorang, pintallah kekaguman itu dalam agungnya sebuah hati yang berhijab, dalam bibir yang tak tersibak, dalam mata yang tertunduk, dalam senyum yang tertahan. Itu, ingatlah itu…”

    Masih enggak ngerti nih mbak….

    (tapi berusaha keras untuk ngerti…:D)

    • Masa nda ngerti ukh? artinya ketika kita mencintai seseorang yg belum halal utk kita, maka jangan sampai rasa itu nampak ke permukaan, disimpan saja dalam hati…murnikan kecintaan pada dia karena kecintaan kita pada Allah…Yaa, mencintai dalam diam begitu.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s