Tamparan Di Kesadaran dan Kedirianku!!


Berpeluh, akhirnya berhenti

Tersakiti, akhirnya membatu

Merana, akhirnya enggan

Tersedu, akhirnya pergi

Tersayat, lalu memilih MATI!!

Inikah persembahan yang di awalnya kau ucap akan kau beri sepenuh hati di jalan ILLAHI??

Inikah sebongkah cinta tak bertepi yang kau azzam akan kau ukir segarang api???

Inikah pembuktian dari sebuah kesadaran yang kau pikir telah tertancap di hati???

Yang seperti inikah???

Sedikit terluka karena satu dua cacian maka kau merasa Merapi telah mengungkung kepalamu. Sedikit lelah karena agenda menyeret badanmu kesana kemari, kau telah merasa seperti akan mati. Sedikit mengeluarkan harta dan waktu karena acara telah menanti, kau berfikir bahwa jalan ini tak mungkin bisa dilalui…

Heiii….tidak ada masa di mana mulut kita bebas dari penyampaian kata sarat kalam Sang Pemilik Hati, tidak ada detik di mana tangan kita terlepas dari kewajiban menoreh kalimat penggugah fikir, tak ada waktu di mana badan kita boleh berleha sementara urusan ini (dakwah) masih jauh dari titik kulminasi…

Aina anta ya ukhti, ya akhi fillahi? Aina anta…?!!

Jangan pergi dari jalan ini kecuali MAUT yang menghampiri!!!!

[Semburat Jingga]

~Tamparan untuk kesadaran yang sudah tumbuh di diri, namun terkadang mengalami gersang dan tertutup oleh kepekatan nurani. ASTAGHFIRULLAHALADZIMI….~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s