Ooo…bama!!!


Ooo…bama!

Lihai retorikamu terkembang menyesap di hati-hati manusia yang kini menyambutmu penuh suka berlipat. Kulit legam nan terduduk di kursi tertinggi House Of Representative melebur liar kekaguman mata-mata insan yang menyematmu dengan kebanggaan akan pencapaian prestasi intelektualitas yang cumlaude di Harvard. Mendudukkanmu pada altar mulia berbapak seorang Kenya yang akhirnya menjadi pemegang tombak negara yang mendakwa sebagai adidaya jagad.

Ooo….bama!

Disuguhkan atasmu nasi goreng kesukaan dan bakso yang sedap tiada tara, berlumur pelukan hangat dan cium pipi kanan kiri yang terhujani dari para pembesar negeri. Menggelegak tawa riuh rendah di bilik-bilik megah istana yang melupa pada sayup-sayup dentuman Merapi dan sunyi-senyap Mentawai yang usai dilanda badai. Gelas-gelas berdenting sembari mengudarakan CHEERS usai sendok dan garpu selesai bertugas menyuap hidangan pada mulut yang lapar.

Ooo….bama!

Kekayaan tanah Zamrud Katulistiwa ini siap berpindah ke negerimu tuk kesekian kali sambil berlindung di ketiak UU Minerba, UU Migas dan UU-UU lain yang sekiranya bisa menjadi pelegalan serupa akta balik nama kepemilikan. Sungguh halus dan lembut tindak lakumu hingga rakyatpun dibuat terkesima dengan usaha penjarahan terkejam abad ini. Pemimpin negeri juga tak ada urusan lagi dengan pemindahan kekayaan ala neoliberalisme imperialis yang kau terapkan atas mereka, karena mereka punya ikrar jongos sedunia yang biasa mereka dzikirkan sebelum tidurnya, ia berbunyi ‘Asal BOS senang, apapun rela JONGOS lakukan’.

Ooo…bama!

Senyum 227 yang tak henti terkembang seolah merupakan perpanjangan bukti dan realisasi dari bait lagu Afgan ‘Wajahmu Mengalihkan Duniaku’ yang kerap dilafalkan lelaki saat merayu para wanita. Rakyatpun dibuat silau dengan fana manis senyummu yang darinya tersimpan catatan kelam pembantaian dan pembunuhan besar-besaran atas manusia di tanah Gaza, Afghanistan, Irak, Chechnya. Senyuman itu telah mengubur dalam-dalam jerit pilu janda-janda Palestina yang melihat langsung suaminya terkapar tak bernyawa dan kerap memanggul buah hati yang peluru telah menembus dadanya. Senyuman itu seolah menukar sebuah kewajiban membela saudara satu iman dengan ketundukan salah kaprah yang harusnya ditujukan hanya pada Tuhan Semesta Alam.

Ooo…bama!

Telah kau suapi manusia-manusia ini dengan berhala-berhala baru yang tenar dengan sebutan demokrasi, kemoderatan, nasionalisme, pluralisme, feminisme, dan semua yang terlahir dari rahim najis kapitalisme. Manusia ini lebih senang menjilat mukamu dengan nada-nada yang bisa diterima oleh bahasa universal ketimbang mempertahankan apa yang telah Tuhan mereka ajarkan. Ayat-ayat lirih untuk berlaku keras pada kafir dan lembut pada muslim telah dengan sukarela mereka tanggalkan. Yah kembali lagi pada ikrar jongos sedunia ‘Asal BOS senang, apapun rela JONGOS lakukan’

Ooo..bama!

Demikian tinggi pesonamu terpatri di batok-batok kepala dan nisan-nisan hati para pemimpin dan rakyat kami. Mereka agungkan kedatanganmu dan mempersiapkannya melebihi nominal kocek yang disalurkan di pengungsian. Para punggawa negeri berebut mengisi hatimu agar mereka tak lupa untuk kau kenang dan berharap bisa melanjutkan penjajahan di balik kata KESEPAKATAN.

Ooo….bama!

Bagiku kau tak lebih dari kerak-kerak hitam yang menempel di pantat wajan. Kau mengemban ideologi sampah yang berisi penuh dengan kepentingan dan makar-makar busuk untuk menghancurkan islam. Kata Hussain yang terselip di baris namamu takkan menghilangkan keYAHUDIanmu yang dengan jelas kau tunjukkan saat kau berdoa dan menangis di tembok ratapan. Ikrarmu yang terazzam bulat untuk membela ISRAHELL hingga titik darah penghabisan takkan mungkin kulepas dari ingatan.

Ooo….bama!

Benar-benar tenar namamu, hingga ku pun menyediakan waktu tuk merangkai puisi pembebasan di sepertiga malam. Ah, syair ini yang menjadi saksi bahwa aku dan laskar orang-orang pembela islam takkan pernah lelap dan jumawa atas penindasan perlente yang kau lakukan. Heiiii OBAMA, laki-laki hitam yang alam pun melaknatmu, jangan tergesa merasakan adzab perihmu di kerak jahannam. Rasakan dulu balasan berjubel jutaan tentara muslim yang terkomando dalam satu perintah khalifah daulah islam yang sebentar lagi kedaulatannya segera tertegak!!

[Semburat JINGGA, mengais energi yang telah teroksidasi selepas kemarahannya pada pemimpin tak amanah negeri ini]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s