0

Kabar Bahagia Untuk Para Warrior Gangguan Mental Emosional


15776930_10207807295252471_6744336934280030606_o

Saya tau betapa sulit dan pengap ketika kita memiliki gangguan mental emosional. Entah depresi, anxiety, atau gangguan mental dengan diagnosis beragam yang lain. Saya penyintas gangguan mental juga, dengan diagnosis depresi paska melahirkan dan bipolar siklotimia (i dont do self-diagnosis surely). Meskipun saya sudah sembuh sekarang, tapi saya tidak akan pernah menganggap enteng apalagi sampai mengerdilkan apa yang dialami rekan-rekan sekalian yang saat ini masih bergelut dengan sakit mentalnya. Tidak ada yang tau betapa gelap, sibuk, acak adutnya pikiran dan perasaan kita, karena gangguan ini tidak kasat mata. Kita tetap tersenyum, berbicara, dan mencoba tampak senormal mungkin dalam menjalani rutinitas kita. Banyak sekali berita yang menunjukkan bahwa saking tidak tampaknya penyakit ini, orang-orang yang kita sayangi bisa dengan tiba-tiba pergi karena melakukan self harm atau suicidal action karena ternyata mereka memiliki gangguan mental emosional. Untuk anda yang sedang bergulat dan berjuang dengan cobaan gangguan mental emosional yang begitu menyita energi, fokus, perasaan dan menimbulkan penurunan kualitas hidup, izinkan saya memberikan semangat, pesan cinta, dan kabar bahagia:

1. Anda sungguh luarbiasa dan kuat, tidak semua orang diberi ujian sakit yang tak kasat mata dan dianggap mengada-ada, padahal sakit ini telah menyita kekuatan anda dan bahkan membanting anda di titik terendah hidup anda. Well, you are awesome, barakallahufiikum.

2. Percayalah, semua sakit ada penawarnya, setiap kesusahan berjodoh dengan dua kemudahan. Penyakit mental emosional anda adalah penyakit yang bisa disembuhkan hingga tuntas ke akar. Continue reading

Advertisements
0

Bisakah Depresi Paska Melahirkan Dan Bipolar Disembuhkan Dengan Tuntas?


*Oret-oret santai dari penyintas bipolar siklotimia dan depresi paska melahirkan*

15252667_10207498115563172_4011265288140893172_o

3 orang teman kampus yang sama-sama melahirkan tahun 2016 seperti saya, sekarang sudah hamil anak kedua. MasyaAllaah… Semoga saya juga bisa segera nyusul, dengan menuntaskan 2 tahun masa pemberian ASI Sumayyah. Aamiin.

Setahun yang lalu, saat masih bergelut dan terkapar dengan depresi dan bipolar, saya begitu ketakutan saat membayangkan harus hamil dan melahirkan lagi. Proses hamil lalu melahirkan ini tidak main-main untuk saya. Proses ini membangkitkan trauma dan luka masa lalu hingga membuat saya terpuruk dalam gangguan mental emosional tanpa paham saya kenapa. 2 dari 4 psikiater yang saya datangi dan meresepkan antidepressan dan mood-balancer mengatakan, bahwa kelak, di kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya, saya akan mengalami depresi lagi. Mereka menganjurkan saya minum antidepressan mulai trisemester ketiga bila saya hamil lagi. Setahun lalu saya bolak balik mendatangi tenaga kesehatan jiwa, terapis kesehatan jiwa, para hipnoterapis, ruqyah, dan lainnya, tak lain dan tak bukan karena saya paham bahwa saya harus memaksimalkan doa dan ikhtiar. Kemanapun ikhtiar itu membawa saya, saya akan menyambarnya. Siapa yang mau merasakan mood rollercoaster, pikiran dipenuhi hal2 buruk dan negatif, kepala terasa berat, insomnia parah dan muncul ide2 gila saat baru melahirkan? Tidak akan ada! Continue reading

0

Belajar Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Konsisten Menyiapkan Homemade Food Part 3


PhotoGrid_1443367310139Tips I

Setelah menu seminggu disusun, dan daftar belanja sudah dibuat, jangan lupa untuk membuat bumbu dasar pamungkas. Ada tiga bumbu dasar, yaitu putih, kuning dan merah. Ada satu lagi sebenarnya warna oranye, tp saya lebih suka mencampur bumbu kuning dan merah untuk menghasilkan bumbu oranye. Hehe..

Apa yang membuat masak di dapur jadi terasa ribet dan lama dan berantakan dan capek? Nyiapin bumbu! Apalagi kalau masakan yang akan kita buat itu bervariasi, ya sudah deh, akan habis nih waktu di dapur untuk kupas bawang, ngulek, dll. Iya apa iya? Continue reading

0

Belajar Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Konsisten Menyiapkan Homemade Food Part 2


IMG_20150315_162557

Di part I, saya sudah menuliskan bahwa hal pertama untuk konsisten menyajikan homemadefood adalah dengan merancang menu mingguan. Kenapa mingguan? Karena untuk pegawai seperti saya, saya hanya free saat weekend, jadi mulai senin-jumat saya sudah ndak perlu lagi repot belanja, mengiris ayam, membersihkan udang atau tetek bengek mengolah bahan mentah lainnya.

Saya masak di sore hari sepulang kerja, untuk makan malam, sarapan, dan bekal makan siang keesokan harinya. Sayur dibuat saat sore. Pagi masak sayur yang sama untuk bekal, karena saya dan suami hampir ndak pernah sarapan nasi+lauk saat weekday, kami hanya konsumsi buah saja. Yes sayur masak dua kali karena gak akan bagus bertahan lewat 6 jam. Continue reading

4

Belajar Mengatur Keuangan Keluarga dengan Konsisten Menyiapkan Homemade Food Part 1


PhotoGrid_1443182943980

Ah alhamdulillah pindah ke tangerang punya banyak sekali hal untuk dipelajari, belajar adaptasi, belajar kenalan, belajar pola hidup, pola tidur, pola kerja dan lainnya. Masih banyak sekali hal yang harus ditata dan diperbaiki, ada kepingan2 yang masih belum pada tempatnya, dan terus putar otak untuk menyiasati. Sekarang punya jam kerja reguler senin-jumat, berbeda saat dinas di Jogja dengan sistem shift yang jauh lebih fleksibel. Di sini harus berangkat pagi, sampe rumah menjelang maghrib. Alokasi untuk membaca buku, tatabbu’, mutholaah, dan agenda lain masih belum menemukan tempat yang selayaknya. Semoga terus diberikan kesehatan dan kemampuan menghandel semua dengan baik. aamiin. Continue reading

1

Cinta Itu…


????????????????????????????????????

air matanya jatuh sebelum, ketika, dan selepas aqad – 26 Januari 2015.

Mencintai bukan tentang sekedar berpandang mata lalu tersenyum selamanya, di atas itu kita tau ada segenap konsekuensi untuk saling menopang dan berbagi. Apalagi cinta itu digenggam dengan pernikahan, maka paripurna sudah. Setiap hati yang terikat di sana harus punya bahu yang tangguh untuk saling bersandar, hati yang lapang untuk menerima perbedaan, nyali yang tegar untuk berhadapan dengan masalah, dan tentu saja tangan yang kokoh untuk selalu berpengangan. Sejak tujuan bahtera pernikahan adalah bersandar di jannah Allah, maka ketaatan pada Pencipta Alam merupakan sesuatu yang mutlak. Semutlak kebutuhan manusia akan oksigen, yang tanpanya maka berhentilah degup jantungnya. Dan aku telah memiliki keduanya, cinta yang dipupuk dalam pernikahan..

Untuk lelaki yang padanya aku pasrahkan surga dan nerakaku, terimakasih. Terimakasih telah gigih beristikharah hingga namaku yang muncul di akhir pengharapanmu. Aku tau tidak ada hati yang perawan dari rasa cinta, maka terimakasih telah memilihku dari deretan nama yang dulu pernah membuat hatimu pingsan dan kepayang. Aku sudah menuliskan apa kelebihanku dalam biodata, yang kutulis adalah: TIDAK ADA kalaupun ada, maka kelebihanku adalah BERAT BADAN. Pun demikian, engkau tetap maju, pantang menggulung layarmu yang sudah terkembang. Continue reading

0

Lebaran 1436H/2015M: Lebaran dengan Pukulan Paling Telak.


Itu mengapa denyar kecewa dan tak percaya selalu ada tanpa aku mampu menjelaskan itu apa. Hingga tidak ada satupun tulisan tentangnya yang mampu aku buat. Jika sesuatu itu berkesan dan membekas di hati, jemariku akan menari tanpa diminta. Dan rupanya tintaku kering, aku tak menuliskan apa-apa.

Hanya ingin bertanya, aku ini salah apa? Kekurangan menjijikkan seperti apa yang pernah kubuat di masa-masa ini ataupun di masa lalu?

Tubuhku terjaga tapi perasaanku sudah kandas rata tanpa daya. Kesadaranku sudah lumpuh hingga air mata ini tidak mampu lagi keluar.

Aku ini salah apa? Aku ingin memberi anggukan, tapi terlampau banyak yang membuat kepalaku terputus dari leher hingga tidak mampu lagi mengangguk.

Ya Rabbi..