Einstein, Nuklir dan Depopulasi (Propaganda Atheisme Dalam Film X-Men Part II)

Setelah kita membahas tentang Charles Darwin pada Bagian-1, selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang foto kedua, yaitu Albert Einstein. Salah seorang fisikawan jenius yang pernah dinobatkan sebagai manusia abad ke-20 oleh majalah Times. Einstein adalah seorang Yahudi fanatik, sebagaimana pengakuannya dalam salah satu suratnya, “In my whole life I have never felt so Jewish as now.” (Dalam seluruh hidupku, belum pernah aku merasa begitu Yahudi seperti sekarang). Berbeda dengan Charles Darwin yang memiliki backgroud Nasrani. Walaupun berlatar-belakang agama kristus, namun santer dinyatakan bahwa Darwin di akhir hidupnya telah murtad dari akidah gereja ini. Hal tersebut seperti yang ditegaskan Ernst Mayr –pendiri neo-Darwinisme– yang mengakui bahwa Charles Darwin adalah seorang atheis. Ernst berkata, “Jelas bahwa Darwin kehilangan imannya di tahun 1836-1839…”

Di Jerman, nama Einstein pernah terdaftar dalam list target pembunuhan, kepalanya dihargai $ 5.000. Ia lalu berhijrah ke Amerika Serikat ketika Adolf Hitler berkuasa pada tahun 1933 dan tidak kembali lagi ke Jerman. Ia menetap di AS dan menjadi warga negara pada tahun 1940. More

Propaganda Anti-Tuhan dalam Film “X-Men First Class” (Bagian I)

Hingga kini masih banyak orang yang menganggap bahwa film hanyalah sebuah tontonan yang bersifat konsumsi untuk sekedar hiburan semata. Menganggap jika film hanyalah sarana untuk melenturkan otot-otot syaraf dari ketegangan menghadapi rutinitas harian. Dan tidak sedikit publik yang mengingkari bahwa sebuah film ternyata banyak menyimpan pesan-pesan yang ingin ditanamkan secara halus oleh produsen di bawah alam sadar para penonton.

Dalam membahas perfilman, pikiran kita akan ditarik secara paksa kepada industri raksasa perfilman dunia bernama Hollywood. Karena dunia telah mengakui betapa hebatnya mereka membuat adegan film dengan skala teknologi animasi yang utra-canggih. Tapi kini, harusnya kita mulai membuka mata bahwa hasil karya mereka tercipta bukan tanpa maksud, film yang mereka ciptakan bukan terlahir di atas awang-awang semata, dan skenario yang mereka garap tercipta bukan by accident tapi by-design. More

Keluarga Berencana = Konspirasi Zionis

Dalam Kitab Zohar ada sebuah ayat yang menarik. “Angka Kelahiran Non Yahudi harus ditekan sekecil mungkin”. Ayat ini menjadi landasan teologis untuk mengekang laju pertumbuhan ghoyim (orang-orang non Yahudi). Karenanya, tidak aneh program “dua anak lebih baik” itu diluncurkan rezim Orde Baru era 70-an yang sedang mesranya dengan Barat.

Indonesia tidaklah sendiri. Di China mereka menjalankan Program Kebijakan Satu Anak atau jìhuà shēngyù zhèngcè. Di negeri samba, orang-orang menyebut KB dengan Planejamento Familiar. India juga menjalankan program sama, mereka menyebutnya National Population Policy. More

Tiga Perempuan (Short Story By Novi Khansa)

Rico Hendarwan menandai foto Anda

Rico Hendarwan mengomentari foto Anda

Salamah Dwi mengomentari foto Anda

Rien W mengomentari foto Anda

Agung mengomentari foto Anda

Lyn memerhatikan lima notifikasi di Facebook-nya. Banyak nama-nama yang tak dikenalnya di sana. Tak lama notifikasi terus bertambah dan bertambah. Hanya nama Rico yang dikenalinya. Teman Lyn semasa SMU dulu. Hmm, lebih dari sekadar teman tadinya, pikir Lyn, tapi semua harus selesai ketika ada sesuatu yang menghalangi mereka berdua untuk bersatu. Hal itu terjawab dalam sebuah foto yang Rico tandai juga untuk Lyn. More

D.I.A.M.

Kemarin..
Aku terdiam kala senja ditelikung malam
Pun diam kala malam dibuyarkan fajar

Membisu

Menahan
Mencoba diam More

Poligami Dalam Islam

Ada perasaan tergelitik saat saya asyik menekuri sebuah artikel di rubrik Muslimah www.eramuslim.com dengan judul: “Aku, Suamiku, dan istri Pertamanya”. Sangat indah gambaran yang dipaparkan oleh sang penulis tentang dimensi keluarga yang berbentuk segitiga, karena memang sang suami tidak hanya dimiliki oleh dirinya sebagai istri muda, namun juga oleh istri pertamanya. Ketergelitikan itu mencapai kulminasi saat saya mengetahui bahwa istri pertama yang dimaksud oleh sang penulis ternyata tidak tersemat pada seorang wanita dalam ujud yang sebenarnya, namun pada jama’ah dan amanah dakwah. Wow!

Saya tidak berada dalam kapasitas mengkritik tulisan dari Saudari yang dirahmati Allah, Rabi’ah Al-Adawiyah. Namun ulasan kehidupan poligami yang dipaparkan tidak dalam realitas yang semestinya membuat umat ini –terutama pembaca- semakin kehilangan tuntunan dan gambaran yang nyata tentang keindahan poligami. Memposisikan jama’ah (ummat muslim) dan amanah dakwah sebagai sesuatu yang dicintai dan diutamakan tentunya tidak salah. Karena memang dua hal tadi adalah lingkaran yang akan senantiasa disentuh oleh para aktivis dakwah. Namun memposisikannya sebagai istri pertama tentunya bukanlah hal yang bijak, karena sebetulnya saat membaca artikel tersebut ekspektasi sebagian besar pembaca adalah memperoleh ulasan lugas tentang kehidupan poligami.

Di masa sekarang, hampir setiap individu muslim nyaris kehilangan gambaran kehidupan poligami yang terharmonisasi dengan rapi. Pemahaman masyarakat yang minim akan keluhuran hukum islam, ditambah dengan sodokan liberalisasi di berbagai lini, telah mendekati sempurna dalam meluluhlantakkan kepercayaan muslim akan syariat agamanya sendiri. Sehingga keimanan yang terbenam di hati tidak jarang terlahir tanpa konsekuensi bahwa tiap perilaku, ucapan, dan pikiran harus senatiasa terikat dan tidak boleh melenceng sedikitpun dari rambu-rambu Illahi. Tak terkecuali dalam kehidupan rumahtangga. Pernikahan melulu terlukis dengan ikatan antara dua hati saja, bukan tiga, empat, apalagi lima. More

Kanker Payudara : A Beautiful Way

Allah, segala puji bagiNya. Zat yang melimpahkan tetesan cinta tanpa jeda pada keluarga kecil kami. Ya, saya, mama dan papa. ^^

Dua tahun lebih bekerja dan kuliah Jogja, membuat saya jarang pulang. Jarang sekali. Paling tidak tiga atau empat kali dalam setahun. Ukuran mudik yang  tidak masuk akal, karena jarak Jogja Purwokerto jika ditempuh dengan jalur darat memakan waktu tak lebih dari 4 jam. Hehe…  Saya tidak ingin mengkambinghitamkan aktivitas kerja, dakwah, maupun kuliah saya sebagai penyebab jarangnya saya pulang. Tidak. Tidak berani. Malu ah sama Allah. Lawong kenyataannya mungkin saya yang kurang mampu mengatur diri dengan jadwal dan waktu yang ada. ^^ More

Pragmatisme Indonesia : Negeri Korupsi Paradoksal

Kau tau kan tentang tanahku?
Tanah hijau biduan khatulistiwa
Di mana sawah terhampar, laut terpapar
Kau tau kan tentang tanahku?
Tanah timbunan emas yang molek bersinar
Tanah cekungan minyak kaya terumbar

Kau tahu kan tentang tanahku?
Tanah yang menjejal otakku, otakmu dengan suguhan keadilan
Tanah yang mendikte bibirku, bibirmu dengan orasi kesejahteraan
Tanah yang melilipi mataku, matamu dengan tontonan non-kekerasan
Tanah yang membuat kita semua bangga
Bangga paradoksal penuh tanda tanya!

Dua tahun lalu seorang bocah di tumpukan sampah berdiri riang
Pesta demokrasi usai, pemimpin baru ia dapatkan
Senyumnya terkembang, menanti sehari, seminggu, sebulan, berharap derita akan karam
Tapi…
Perutnya tetap keroncongan, sekolahnya tetap mahal
Larangan sakit tetap berjalan, pakaiannya tetap kumal
Paradoksal! More

FANA? FANA. FANA!!!

Fana. Itu yang menggiringku menyemai kata.

Yah, fana. Kata itu yang melecut rasioku untuk semakin terjaga, semakin siaga. Apatah hendak ditimang dan dicinta setebal nyawa jika semua yang bertebaran fana adanya.

Cincin perakmu, yang begitu kau sayang dan elu, cinderamata pemberian ibu, ITU FANA. Ada masa di mana warna buramnya tak akan mampu hilang meski telah disepuh sekian rendaman.

Jilbab caramel kesukaanmu, yang begitu kau jaga pemakaiannya hingga berlipat percaya diri mampu kau dapat saat mengenakannya, ITU FANA. Akan ada masa di mana oli bensin dan keriap mentari memudarkan warna dan membusukkan kainnya.

Sahabat setiamu, yang begitu pandai mengisi kekosonganmu, kealpaanmu, tak bosan merengkuh kala kau berulang kali jatuh, DIA PUN FANA. Ada masa di mana dia akan tenggelam dalam segenap kewajiban ‘ainnya dan meninggalkan dunia dalam tenggat tak sementara. More

Komentar Kritis untuk DUNIA SOPHIE Karya Jostein Gaarder

Dunia Sophie samasekali berbeda dengan kebanyakan novel fiksi percintaan yang bertutur dengan bahasa puitis dengan bumbu cinta yang terlalu kental, atau novel misteri yang sarat dengan imajinasi (dan halusinasi!) berlebihan. Ia adalah sebuah ensiklopedia filsafat yang dengan cerdas menampilkan metamorfosa filosof zaman Yunani kuno, Helenisme, Abad pertengahan hingga Renaissans lengkap dengan alur berfikir dan gagasan yang berhasil dirumuskan oleh para filosof tersebut. Teori atom Democritus hingga teori politik John Locke –sebagai dasar sistem demokrasi- tersaji dengan gamblang dan dengan mudah dapat dipahami. Sungguh anda bisa menjadikan novel ini sebagai rujukan untuk aneka disiplin ilmu, karena gagasan filosof yang terekam di sini merupakan dasar bagi beragam bidang ilmu mulai politik, sistem etika dan moral, kearifan lokal hingga fisika dan antropologi. More

Antara Isu G30/S/PKI dan Isu Terrorisme di Indonesia

*Oleh Hasbi Aswar

Tahun 1965-1966 menjadi masa kelam ideologi komunis di Indonesia . Yang sebelumnya, partai ini menjadi partai paling berpengaruh di tubuh pemerintahan Soekarno dan beranggotakan lebih dari dua juta orang. Dengan tuduhan percobaan kudeta rezim Soekarno dengan penculikan petinggi-petinggi militer, akhirnya partai ini pun dibekukan dan dijadikan sebagai partai terlarang begitupun juga anggota-anggotanya dibantai dan dibasmi.

Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut. pemimpin-pemimpin militer yang diduga sebagai simpatisan PKI dicabut jabatannya. MPR dan kabinet dibersihkan dari pendukung-pendukung Soekarno. Barat pun kemudian ramai-ramai memuji keberhasilan penghapusan komunisme di Indonesia.

Majalah ‘TIME’ menggambarkannya sebagai ‘Berita Barat Terbaik di Asia’. Kolomnis New York Times, James Reston, menyebutnya sebagai ‘Secercah cahaya di Asia’. Perdana Menteri Australia Harold Holt, yang sedang mengunjungi Amerika Serikat, berkomentar di New York Times, “Dengan 500.000 sampai satu juta simpatisan komunis disingkirkan. Saya kira sudah aman untuk menganggap bahwa reorientasi telah terjadi.” Peristiwa pembasmian komunisme ini kemudian digambarkan sebagai kemenangan atas komunisme pada Era perang dingin. More

DAKWAH: Aksi Menundukkan Kekufuran

Dunia sekedar senda gurau, begitulah bunyi sebaris ayat cinta dari Allah. Sebuah kata sederhana namun begitu dalam dan mampu membantah semua jungkir balik teori yang menjadikan dunia sebagai kiblat segala tujuan. Seorang muslim ketika di dunia ibarat musafir yang sedang berteduh di bawah naungan pohon demi menghilangkan lelah dan menarik nafas, untuk kemudian akan –dan harus- melanjutkan kembali perjalanan panjang tanpa limitasi. Begitu sekejap waktu di saat bernaung membuat musafir tidak punya banyak waktu untuk melakukan perbuatan yang sia-sia. Dia harus mengumpulkan bekal, menyiapkan energi, dan bertaktik cerdas karena jalanan yang terhampar di depannya tak menyisakan cakrawala. Untuk itulah muslim tak bisa menjadikan dunia sebagai tempat tumpahan nafsu dan menanggalkan sederet rambu-rambu yang akan menyelamatkan dirinya pada fase usai kehidupan dunia.

Namun anak pinak ideologi kapitalisme dan sosialisme telah membelenggu muslim dan membuat mereka seringkali amnesia dengan apa yang harus mereka lakukan dalam hidup ini. Ide sesat menyesatkan seperti ‘Expansion of Freedom’, Hak Asasi Manusia, liberalisme dan cucu-cucunya menggiring muslim pada sebuah area –yang diklaim sebagai- area bebas Tuhan. More

[SP] Reshuffle Kabinet: Kesungguhan Pengabdian atau Taktik Cari Muka?

Ada yang menarik ketika saya secara random menanyakan pendapat beberapa tetangga saya terkait tingkat kepercayaan mereka pada pemerintah. Dari beberapa orang ibu dan remaja yang saya cungkil isi hatinya menyatakan bahwa mereka tidak lagi mempercayai kredibilitas dan kinerja orang-orang yang mendakwa diri sebagai ‘abdi masyarakat’ di kursi pemerintahan sana, dan tentu ini sangat selaras dengan ekspektasi saya.

Banyak kasus dan isu di ranah ekonomi, politik maupun sosial yang begitu sukses membuat hati rakyat patah dan tak mau lagi ambil pusing dengan pemerintah, di antaranya skandal Century yang kini tak jelas nasabnya, heboh Nazaruddin yang disinyalir sebagai kunci diary skandal politik partai besar negeri ini, agenda ‘wisata’ DPR yang dipoles sebagai studi banding, kerusuhan Ambon yang tidak sigap ditangani aparat, beberapa kasus di kemekertrans, kebijakan impor garam dan sayur yang mematikan usaha rakyat kecil, hingga yang terpanas adalah saling tuding KPK vs Banggar+DPR.

More

Beginilah Seharusnya Kita Memanfaatkan Waktu

“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)

Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.

Hanya orang-orang hebat dan mendapatkan taufik dari Allah, yang mampu mengetahui urgensi waktu lalu memanfaatkanya seoptimal mungkin. Dalam hadits, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya. More

Ternyata..

Pengin share sedikit. Awal bulan september lalu pas mudik ke Purwokerto, saya lupa bawa pin dan jarum pentul. Bagi muslimah seperti saya yang masih demen pake kerudung segitiga, tentu dua stuff tadi penting. Banget. Apalagi mama adalah tipikal orang yang praktis dan sangat efisien, so beliau tidak mungkin punya jarum pentul, peniti, apalagi pin. Secara gitu kerudung mama adalah kerudung siap pake semua, ga ada yang lipat segitiga.

So, mau gak mau saya menggeledah almari saya. Almari ini merupakan tempat penimbunan baju jaman jahiliyah, pernak-pernik, dan semua hal penting yang saya punya sejak kecil sampai menjelang kuliah. Meski jarang pulang, tapi mama tetep rajin membersihkan almari ini. Ternyata, dalam usaha mencari pin dan jarum pentul itu, pandangan saya tertuju pada sebuah kotak besar. Saya ga tau apa yang mama taruh di situ. Jadilah saya duduk dan bongkar-bongkar. :D More

ARTIS KOREA…LO, GUE, END!!!

Korea? Arggh! Mahasiswi mana yang tidak kenal dengan aksi Song Hye Gyo dan Rain Bi di drama komedi Full House? Remaja mana yang tidak kenal betapa centil dan seksinya para vokalis SNSD (So Nyeu Shi Dae)? Atau adakah yang merasa asing dengan personil Super Junior yang guanteng nan imut2 itu? :D

Yap. Ngomongin korea memang gak ada matinya, mulai dari boyband, girlband, sampai dramanya yang terkenal banget. Sekarang pun mata pemirsa Indonesia dimanjakan dengan drama dari negeri ginseng itu mulai jam 12 siang sampe maghrib TIAP HARI. Wow! (bolor bolor dah tu mata, hehe..). Hayo ngaku siapa yang setia nongkrongin drama Korea sampe lupa daratan?? Atau siapa yang jadi fans berat Super Junior, Shinee, DBSK, SNSD, en Wonder Girls?? Angkat tangan! :D


Gak bisa dipungkiri kalo daya tarik artis korea itu bisa bikin manusia, baik laki-laki maupun wanita dari segala usia jadi klepek-klepek. Mereka cantik, tampan, tinggi semampai, kulit putih mulus, akting mereka top, dan tentu saja dandanan plus outfit (fashion) yang mereka kenakan selalu seger buat diliat. Makin banyaklah bermunculan penyanyi karbitan dalam negeri yang  ngadopsi penampilan n gaya artis korea, sebut aja SM*SH, 7 Icon, HITZ, dll. More

KAMI MENOLAK MENYERAH!

Imanku bergelombang. Sesaat ia menukik berada sekian tingkat di bawah strata keshalihan manusia-manusia yang digambarkan dengan indah dalam kalamullah. Tak jarang ia berada begitu dekat dengan titik kritis yang mendikotomi muslim menjadi pejuang militan dan penyandang maestro pesakitan, al wahn. Menjadi sebuah ironi yang menyakitkan ketika di satu sisi seruan kepada al imanu billah senantiasa bergelinjang menerobos telinga-telinga mereka yang mencari kebenaran haqiqi, menyodorkan islam sebagai penawar, namun iman ini sedang merunduk. Iman ini tenggelam.

Kaki ini terpancang pada zaman yang tidak toleran, zaman yang keras. Episode peradaban yang tak membiarkan keimanan menjadi tiara mulia, periode yang melarang keshalihan tersembul jelas. Setiap nyawa disuguhi sebuah skrip yang mendewakan dunia, menuhankan materi, meng-anakemas-kan kebebasan, menyembah kenikmatan. Hati orang beriman disergap jilatan neraka tiap detiknya, hingga siapapun yang tidak taat, niscaya akan meleleh lentera tauhid di hatinya. Maka sudah jelas klimaks bagi mereka yang tak punya iman. Mereka akan tergulung hingga musnah. More

Cinta Adik Buat Abangnya

*Kesederhanaan membalut selaksa kasih yang tiap saat ku merasainya, sejak pertama ia mencondongkan bibir mungilnya saat aku merangsek keluar dan menghirup dunia hingga kelak purna usianya. Tidak perlu jatuh untuk mencintainya…*

“Abaaaaaaaang…”,

Dengan rengekan manja inilah aku kisut dalam kelelahanku, menyerah dari jilatan siang. Dan engkau segera berbalik menatapku. Kau pun lelah, keringatmu juga menetes. Tapi sebisa mungkin kau hadirkan sebuah senyum, menyodorkan kedewasaan yang teramat. Setelah menarik nafas panjang satu dua kali, maka kau gendong tas sekolah yang tadi kubuang. Tanganmu yang basah meraih kuat tanganku, membuatku tak punya alasan untuk meneruskan ‘acara ngambek’ yang dengan gamblang kupertontonkan hampir setiap hari di 600 meter trotoar panas yang membentang antara sekolah dan rumah.

“Abaaaaaang…..!”

Gesit kutarik sejumput kaos belakangmu, kucubit kuat-kuat lengan ringkihmu, hanya karena aku sungguh tak rela melihat kau mengambil sepotong roti keju kesukaanku. Aku yang mampu melihat ubun-ubun kepalamu -bahkan saat kau berjinjit sekalipun- merasa tak cukup hanya dengan mencubit lengan, aku segera tarik rambutmu hingga terlepas sekian helai. Ada bulir bening yang terbit dari mata sipit itu, kau hanya menatapku sekejap tanpa berkata-kata, menahan sederet ketakrelaan yang mungkin teralamatkan padaku. Tapi kau diam. Dan aku berbalik, tanpa kasihan, tanpa menyesal. More

Simulasi Rukyat Global – apakah mungkin Sholat Ied di hari yang sama?

Menjawab keraguan sebagian kalangan, karena di dunia ini 24 (atau bahkan maximum 26 daerah waktu) sehingga di dunia setiap saat selalu ada 2 hari. oke kita simulasikan begini: ada 6 kota: Samoa (di extrim Barat, GMT-11), New York (GMT-5), London (GMT+0), Makkah (GMT+3), Jakarta (GMT+7), dan Tonga (extrim timur, GMT+13 — bukan GMT+12).

Asumsikan “Ahad sore” (tanggalnya terserah, yang jelas 29 Ramadhan) mereka rukyat. Pasti yang rukyat duluan adalah Tonga. Baru 24 jam kemudian – kalau dibilang “Ahad sore” – adalah Samoa.

Kalau katakan di Tonga Ahad pukul 18 rukyat, dan hilal kelihatan.

Peristiwa ini diikuti secara on-line.

Tonga mengatakan “besok” (yaitu Senin) lebaran Iedul Fitri.

Maka:

- di Jakarta masih Ahad pukul 12 siang; “besok” adalah Senin.

- di Makkah masih Ahad pukul 8 pagi; “besok” adalah Senin.

- di London masih Ahad pukul 5 pagi; “besok” adalah Senin. More

Bukan Sembarang Mimpi

Apakah Anda tadi malam bermimpi? Apa mimpi Anda? Kata orang, mimpi hanyalah kembang (bunga) orang tidur. Maksudnya, mimpi tidak bermakna signifikan. Tapi, sebenarnya tidak semua mimpi tak ada artinya.

Mimpi dalam bahasa Arab disebut dengan istilah al-hulmu (jamaknya : al-ahlaam), atau al-manaam, atau al-ru`yaa. Definisi mimpi adalah apa yang dilihat oleh orang yang bermimpi dalam tidurnya (maa yaraahu al-naa`im fi naumihi). (Ibrahim Anis dkk, Al-Mu’jamul Wasith, hlm. 195; Rawwas Qal’ahjie, Mu’jam Lughah Al-Fuqahaa’, hlm. 142).

Menurut Syaikh Abul Abbas Ahmad bin Sulthan bin Surur dalam kitabnya Tafsir Al-Ahlam Juz I hlm.131-132, mimpi itu secara garis besar ada 2 (dua) macam. Pertama, mimpi yang benar (shahih), yaitu mimpi yang berasal dari Lauhil Mahfuzh. Misalnya, mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Kedua, mimpi yang tidak benar, atau mimpi yang rusak (fasid). Mimpi jenis kedua ada beberapa macam. Di antaranya apa yang disebut haditsun nafs, yaitu cetusan perasaan jiwa. Misalnya orang yang dalam keadaan sadar menyaksikan sesuatu, lalu dalam mimpinya dia menyaksikan sesuatu itu. More

Previous Older Entries

UBCC Night Cream From Saudi

Rebornde Slimming Cream

AnAn Pembasmi Jerawat

Dodora Pink Lip

Lulur&Masker ZULU MADU

Sabun Wajah Gamat Emas

Masker&Lulur Mahkota Dewa

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,395 other followers